Berandasehat.id – Apakah resolusi tahun ini ingin tubuh lebih kurus dan bersih dari racun akibat pola makan ‘asal’ sepanjang tahun lalu? Banyak orang mengandalkan diet detoksifikasi (diet detoks), rencana diet jangka pendek yang diklaim dapat menghilangkan racun dari tubuh, membantu menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan.
Dikutip dari laman WebMD, ide umum di balik diet detoks adalah kemungkinan kita mengonsumsi racun berbahaya dari udara, air, dan makanan, yang dapat memengaruhi kesehatan. Racun ini termasuk polutan, logam berat, bahan kimia, dan pestisida, yang dapat tersimpan di jaringan tubuh, sel lemak, dan tulang.
Sejumlah orang mengklaim bahwa hal itu memicu kenaikan berat badan dan masalah kesehatan, seperti sakit kepala, kelelahan, dan kembung. Diet detoks dimaksudkan untuk membersihkan tubuh dari racun-racun ini dan memulihkan kesehatan.
Diet detoks juga dimaksudkan untuk memberi sistem pencernaan ‘beristirahat’ sehingga dapat pulih dan bekerja lebih baik.
Diet detoks umumnya melibatkan pembatasan makan, seperti puasa atau hanya minum jus, bersamaan dengan penggunaan suplemen, herbal, dan terkadang pembersihan usus besar. Meskipun banyak orang melaporkan merasa lebih baik dan turun berat badan setelah detoks, kemungkinan besar hal itu disebabkan oleh pengurangan sementara makanan tidak sehat dan pengurangan asupan kalori.
Bukti ilmiah yang mendukung efektivitasnya dalam menghilangkan racun dari tubuh masih terbatas. Para ahli juga berpendapat bahwa hati dan ginjal secara alami menyaring racun berbahaya, sehingga tidak perlu diet detoks.

Ragam diet detoks
Ada banyak jenis diet detoks. Berikut beberapa yang paling populer:
Intermiten (puasa)
Puasa intermiten artinya berhenti makan selama periode tertentu. Ini dimaksudkan untuk memberi istirahat pada organ agar berfungsi lebih baik. Klaimnya adalah puasa dapat membantu menghilangkan lebih banyak racun dan menyerap nutrisi ekstra. Puasa sering dipadukan dengan metode detoks lainnya sebagai bagian dari rencana diet.
Diet terbatas
Pola makan ini menghilangkan kelompok makanan yang dianggap dapat menyebabkan racun atau memperlambat pencernaan, seperti makanan olahan, daging merah, produk susu, dan biji-bijian. Sebagai gantinya, pelaku diet fokus pada mengonsumsi buah-buahan organik, sayuran, dan lemak sehat.
Pembersihan dengan jus
Selama beberapa hari, pelaku diet melewatkan makan dan hanya minum jus yang terbuat dari buah dan sayuran. Para pendukung mengatakan ini memungkinkan sistem pencernaan beristirahat, dan Anda mendapatkan banyak vitamin dan antioksidan.
Pembersihan dengan cairan
Seperti diet jus, ini melibatkan penggantian makanan dengan minuman. Tetapi rencana ini mencakup pilihan lain, seperti kaldu, smoothie, atau sup. Minuman ini sering dijual dalam kemasan siap pakai atau bubuk, atau mungkin mengikuti resep tertentu. Diet Master Cleanse yang populer menggunakan limun yang terbuat dari jus lemon, sirup maple, dan cabai rawit.
Diet makanan mentah
Para penggemar diet berpendapat bahwa makanan mentah dan tidak dimasak lebih sehat karena memasak menghancurkan nutrisi dan menciptakan zat berbahaya. Raw diet melibatkan asupan makanan sebagian besar produk segar, kacang-kacangan, biji-bijian, dan biji-bijian serta kacang-kacangan yang telah berkecambah. Apa pun makanan yang dipanaskan di atas 118 derakat F dilarang dikonsumsi.
Suplemen dan herbal
Suplemen dan herbal yang dijual bebas dapat membantu tubuh membuang racun. Misalnya, beberapa suplemen, seperti teh hijau, milk thistle, dan kunyit, membantu hati menyaring racun dengan lebih baik. Akar dandelion dipercaya dapat mendukung ginjal dan kantung empedu, sementara arang aktif dimaksudkan untuk mengikat racun usus. Suplemen ini tersedia dalam bentuk pil, bubuk, dan teh.
Pendapat ahli tentang diet detoks
Apa kata ahli terkait diet detoks? Frank Sacks, Profesor Pencegahan Penyakit Kardiovaskular di Departemen Nutrisi, Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengatakan jika tujuannya adalah penurunan berat badan, diet detoks mungkin membantu menurunkan beberapa kilogram, tetapi kemungkinan besar berat badan yang hilang itu akan kembali.
“Pada akhirnya, itu tidak mencapai apa pun, dan itu jelas bukan pendekatan yang sehat,” ujarnya dikutip WebMD.
Jika tujuan diet detoks adalah mendetoksifikasi sistem tubuh, jangan buang waktu atau uang. “Tubuh kita ahli dalam membuang racun apa pun yang kita makan. Racun tidak menumpuk di hati, ginjal, atau bagian tubuh lainnya, dan kita tidak akan bisa menyingkirkannya dengan obat detoks,” bebernya.
Profesor Kedokteran di Harvard Medical School dan dokter senior di Brigham and Women’s Hospital itu menyarankan untuk tak termakan klaim diet yang menjanjikan untuk mendetoksifikasi hati dengan suplemen atau ‘membersihkan’apa pun yang menurut diet itu perlu dibersihkan.
“Satu-satunya jenis diet detoks yang bermanfaat adalah diet yang membatasi makanan olahan, tinggi lemak, dan bergula, dan menggantinya dengan makanan utuh seperti buah dan sayuran. Pendekatan makan sehat itu adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan tubuh dalam kondisi prima,” pungkas Frank Sacks. (BS)