Berandasehat.id – Kesehatan saluran cerna yang optimal memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh. Gangguan saluran cerna tidak ditangani sejak dini dapat berkontribusi terhadap masalah gizi kronis, termasuk stunting.
Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Diana Sunardi mengungkap nutrisi lengkap dan seimbang berperan penting dalam mendukung kesehatan saluran cerna sebagai fondasi tumbuh kembang anak.
“Keragaman diet dan asupan serat yang cukup menjadi kunci untuk mendukung mikrobiota usus, proses pencernaan, dan penyerapan nutrisi secara optimal,” ujarnya di acara diskusi yang dihelat Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.
Asupan nutrisi yang seimbang tidak hanya mencegah gangguan saluran cerna, sebut Diana, namun juga mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif pada anak, termasuk pencegahan stunting.
Sayangnya, penerapan strategi nutrisi di masyarakat, keterbatasan akses masyarakat pedesaan dan kebiasaan pangan rendah serat masih menjadi hambatan utama. “Padahal, keragaman pangan bisa memperkuat saluran cerna, termasuk unsur serat larut,” terang Diana.

Untuk diketahui, panduan gizi seimbang sesuai kelompok usia telah diatur dalam Isi Piringku yang digaungkan Kemenkes RI. “Di Isi Piringku ada beragam makanan yang disesuaikan dengan kelompok usia, termasuk anak-anak,” tuturnya.
Dia menambahkan, gizi seimbang bisa diperoleh dari gizi makro dan mikro berguna untuk menunjang kesehatan saluran cerna, menjaga keseimbangan bakteri baik di usus yang memiliki fungsi penting. “Untuk mencapai kecerdasan kognitif yang optimal zat gizi perlu diserap dengan baik oleh saluran cerna. Dalam hal ini saluran cerna butuh bantuan banyak bakteri baik yang harus dijaga,” terang Diana.
Ibu menjadi pemain kunci dalam menjaga gizi keluarga, termasuk anak-anak. Sayangnya, akses, kesadaran dan faktor ekonomi masih menjadi tantangan termasuk kesibukan orang tua (khususnya ibu bekerja) sehingga sulit menyiapkan gizi seimbang. “Kunci kesehatan keluarga adalah ibu yang didukung bapak dalam menyediakan keberagaman pangan gizi seimbang,” ujarnya.
Kesempatan sama, Medical and Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, menambahkan sumber penyerapan zat gizi hanya lewat saluran cerna. “Di saluran cerna ada bakteri baik yang mengaktivasi imunitas. Faktanya, lebih dari 80 persen daya tahan tubuh ada di saluran cerna,” ujarnya.
Dia menyampaikan, aktor yang berperan dalam kesejahteraan saluran cerna adalah mikroflora usus. “Bakteri baik dalam mikroflora usus harus dipertahankan, dikasih ‘teman’ dan makanan. Teman bakteri baik itu disebut probiotik dan makanannya prebiotik demi mikroflora usus yang sehat,” terangnya.
Cara kerja mikroflora usus adalah membentuk koloni, dengan kontribusi kuman baik dari luar dan makanan penunjangnya, membentuk kombinasi yang disebut sinbiotik.

Ray lebih lanjut menyampaikan, menjawab tantangan kesehatan yang dihadapi Indonesia, riset dan publikasi ilmiah memegang peran penting dalam memperkuat pemahaman serta merancang intervensi gizi yang tepat sasaran. “Pendekatan berbasis bukti menjadi kunci untuk memastikan program kesehatan dan inovasi nutrisi yang dikembangkan relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia,” paparnya.
Dengan kata lain, riset menjadi fondasi utama dalam pengembangan pendekatan kesehatan dan gizi yang komprehensif. “Melalui pendekatan berbasis sains dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, akademisi, serta asosiasi profesi, Danone berkomitmen untuk berkontribusi secara ilmiah melalui inovasi penelitian yang berkelanjutan dan berdampak,” ujarnya.
Komitmen ini diwujudkan dengan menghadirkan solusi nutrisi berbasis sains serta pengembangan alat bantu digital untuk deteksi dini risiko nutrisi, guna membantu keluarga Indonesia, khususnya bagi anak-anak. (BS)