Berandasehat.id – Satu orang dari sepuluh kasus virus influenza A H3N2 alias superflu yang dirawat di RSUP Hasan Sadikin Bandung meninggal dunia, menurut keterangan Tim Infeksi Khusus, Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging rumah sakit tersebut.
Diketahui RSUP dr Hasan Sadikin telah merawat sepuluh pasien terduga virus influenza A H3N2 pada September-November 2025. Rangkaian 10 kasus tersebut, yang pertama muncul dua kasus pada September 2025, enam kasus pada Oktober 2025, dan terakhir dua kasus di November 2025.
“Dari 10 pasien, ada dua pasien yang masuk rawat intensif, tetapi satu pasien yang dirawat di ruang intensif meninggal dunia karena gagal napas yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, dengan adanya komorbid (penyerta) hipertensi, gagal jantung, dan stroke,” kata Ketua Tim Tim Infeksi Khusus, Penyakit Infeksi Emerging dan Re-Emerging RSUP Hasan Sadikin Bandung dr Yovita Hartantri dikutip Pikiran Rakyat, Minggu (11/1/2026).
Dia menambahkan, selain infeksi virus influenza A H3N2, pasien meninggal juga mengalami infeksi bakteri yang berat yang mengakibatkan gagal ginjal, gangguan darah, dan gagal napas.

Terkait penanganan kasus H3N2 di RSHS, sebut Yovita, secara umum penanganan infeksi virus pada paru tergantung dari derajat sakitnya. Bila kondisinya tidak berat atau sedang, maka dirawat di ruangan biasa, sedangkan bila berat maka dirawat di ruang intensif.
Demikian pula infeksi influenza A H3N2, penanganan tergantung berat tidaknya kasus. Pengobatannya dilakukan secara simptomatis artinya tergantung dari gejala yang ada. “Bila gejalanya demam, batuk dan sesak napas, maka akan diberi obat penurun panas, obat batuk, dan diberi oksigen,” ujarnya.
Berbagai sumber menyebut, varian virus Influenza A subclade K yang mendapat julukan superflu memiliki hubungan kekerabatan dengan virus flu musiman yang kerap dialami banyak orang. Varian itu mengalami perubahan dari waktu ke waktu, diketahui berdasarkan sifat materi genetik (RNA) yang dibawanya.
Dari perubahan genetik kecil yang terjadi tersebut, dapat menghasilkan virus-virus varian baru yang berkerabat dekat. Dengan perubahan virus yang cepat dan munculnya varian baru yang secara signifikan berbeda, akan turut mempengaruhi sistem kekebalan tubuh manusia, sehingga berpotensi memicu sistem kekebalan manusia menjadi tidak mampu untuk melawan, atau konsekuansi lain, yakni penularan lebih cepat.
Penularan superflu dapat dicegah antara lain dengan menerapkan etika batuk yang baik, menggunakan masker bagi untuk orang yang sedang mengalami gejala flu, mencuci tangan teratur, beristirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, serta memastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik. (BS)