Berandasehat.id – Manusia adalah spesies sosial. Kita sangat bergantung pada orang lain sejak lahir, menurut Elizabeth Necka, seorang ahli ilmu sosial dan perilaku di National Institutes of Health. Jadi, merasa terisolasi secara sosial dapat membuat seseorang merasa seolah-olah berada dalam situasi yang sangat menegangkan.

Tak kalah penting, stres terkait dengan masalah kesehatan yang serius. Necka mengatakan, orang yang merasa kesepian atau terisolasi secara sosial tidak hanya lebih rentan daripada orang lain untuk mengembangkan penyakit jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, depresi, atau kecemasan, tetapi risiko mereka terkena penyakit Alzheimer dan demensia lainnya, dan bahkan kematian dini juga lebih tinggi.

“Tetapi ada kabar baik: Bukti yang berkembang menunjukkan bahwa koneksi sosial baik untuk kesehatan, baik mental maupun fisik,” ujar Necka dikutip NIH News in Health.

Para peneliti sedang berupaya untuk menguraikan hubungan antara kesehatan dan ikatan sosial, serta cara untuk mengatasi efek isolasi sosial dan kesepian.

Keduanya tidak sepenuhnya sama. Isolasi sosial berarti hanya memiliki sedikit koneksi dengan orang lain; sedangkan kesepian adalah perasaan saat sendirian.

“Beberapa orang secara objektif terisolasi secara sosial tetapi tidak merasa kesepian,” kata Necka. “Mereka mungkin menikmati kesendirian. Yang lain mungkin dikelilingi oleh orang-orang tetapi tetap merasa sangat kesepian karena hubungan tersebut tidak memuaskan bagi mereka.”

Necka menekankan, baik isolasi maupun kesepian dapat membahayakan kesehatan, dan faktor-faktor tertentu meningkatkan risikonya. Di antaranya: tinggal sendirian; masalah penglihatan, pendengaran, atau kesehatan mental; kesulitan bepergian.

Orang-orang yang tinggal di pedesaan atau di lingkungan yang tidak aman atau sulit dijangkau juga berisiko, begitu pula para pensiunan dan mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai. Usia juga berpengaruh.

“Sepanjang masa hidup dewasa, kami menemukan bahwa kesepian lebih tinggi pada masa dewasa muda dan masa dewasa yang lebih tua. Tingkatnya menurun pada usia pertengahan,” kata psikolog Universitas Northwestern, Eileen Graham.

Para peneliti telah menemukan bahwa keinginan untuk mengasuh orang-orang yang lebih muda dapat menjadi penangkal terhadap isolasi dan kesepian di usia yang lebih tua.

“Ada hal menarik yang terjadi di usia senja,” kata Necka. “Orang cenderung lebih fokus pada hubungan yang berkualitas tinggi dan pada dampak positif dan bermakna dari hubungan tersebut. Fokusnya berkurang pada hubungan yang lebih kasual. Penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan di usia senja sebenarnya dapat melindungi orang dewasa yang lebih tua.”

Namun, bagi orang yang merasa kesepian atau terputus secara sosial, menjalin hubungan baru bisa terasa menakutkan. “Namun bahkan hanya interaksi singkat pun dapat membuat perbedaan,” kata Necka. “Ini bisa menjadi langkah pertama.”

Berikut tips untuk mengambil langkah itu dengan cara mudah:

1. Berbelanja bahan makanan pada waktu yang sama setiap minggu dan temui petugas yang sama; tersenyum dan mulailah percakapan.

2. Jika ada orang dewasa yang lebih tua di dekat kita yang tinggal sendirian atau merupakan orang tua tunggal, tanyakan kabar mereka. Tanyakan apa yang mungkin mereka butuhkan. Tawarkan untuk membawakan mereka makan malam, bermain kartu, atau membantu dengan cara lain.

3. Untuk menjalin koneksi sosial, bisa dilakukan dengan menjadi sukarelawan: Bantu di perpustakaan, sekolah, rumah sakit, museum, atau penampungan hewan.

Bergabung dengan kelompok: Temukan kelompok yang berpusat pada hobi yang Anda sukai, seperti mendaki gunung, merajut, melukis, atau pertukangan kayu.

Tetap berhubungan: Terhubung dengan keluarga, teman, dan tetangga secara langsung, daring, atau melalui telepon.

Bagikan keahlian, misalnya dengan mengajarkan orang lain tentang sesuatu yang kita sukai, seperti memasak, merajut, atau bermain catur.

Menjadi penolong: Lakukan tugas-tugas kecil untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan mobilitas atau akses transportasi.

Bergabunglah dalam acara komunitas atau pusat lansia atau organisasi keagamaan. Ikuti kelas yoga, tai chi, atau aktivitas fisik lainnya, demikian dirangkum dari Healthday. (BS)