Berandasehat.id – Aktivitas pasif seperti menonton televisi telah dikaitkan dengan memori dan kemampuan kognitif yang lebih buruk. Namun tak selamanya duduk memiliki dampak negatif. Pasalnya duduk aktif seperti bermain kartu/gim atau membaca berkorelasi dengan kesehatan otak yang lebih baik.

Profesor Madya Paul Gardiner dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Queensland mengatakan temuan yang telah dipublikasikan di Journal of Alzheimer’s Disease dapat digunakan untuk menyempurnakan pedoman kesehatan masyarakat dan meningkatkan kesehatan kognitif pada populasi lanjut usia.

Menurutnya, saran kesehatan dapat bergeser dari sekadar mengatakan ‘kurangi duduk’ menjadi mendorong lebih banyak aktivitas yang melibatkan mental saat duduk. “Ini dapat membantu orang membuat perubahan yang mudah dan realistis yang mendukung kesehatan otak jangka panjang dan berpotensi mengurangi risiko demensia,” ujar Prof Gardiner.

Studi yang menjadi salah satu tinjauan terbesar dan paling rinci hingga saat ini, meneliti dampak aktivitas duduk pasif dan aktif terhadap fungsi kognitif pada lebih dari satu juta orang dewasa paruh baya dan lanjut usia dari 30 negara.

Ilustrasi membaca

“Total waktu duduk telah terbukti berhubungan dengan kesehatan otak; namun, duduk sering diperlakukan sebagai satu kesatuan, tanpa mempertimbangkan jenis aktivitas spesifiknya,” kata Gardiner.

Sebagian besar orang menghabiskan banyak waktu duduk setiap hari, jadi jenis duduk sangat penting. Aktivitas duduk yang aktif secara mental meliputi membaca, bermain kartu dan teka-teki, menggunakan komputer, dan mengemudi, dan berhubungan dengan hasil kognitif yang positif, terutama dalam menjaga fungsi eksekutif, memori, dan fleksibilitas kognitif.

Temuan ini menunjukkan bahwa pilihan kecil sehari-hari, seperti membaca daripada menonton televisi, dapat membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

Peneliti Cynthia Chen memimpin studi ini dan mengatakan bahwa temuan tersebut tidak menunjukkan perlunya lebih banyak duduk, terlepas dari apakah itu aktif atau pasif.

“Kita tahu bahwa tetap aktif secara fisik masih penting untuk kesehatan secara keseluruhan,” kata Chen. “Tetapi ketika kita menghabiskan waktu duduk, memilih aktivitas yang merangsang pikiran dapat memberikan perlindungan ekstra bagi otak.”

Chen mengatakan studi ini sangat relevan karena populasi global semakin menua. Kemampuan kognitif sering menurun seiring bertambahnya usia dan waktu duduk sangat umum di kalangan orang dewasa yang lebih tua.

Demensia adalah penyebab kematian ketujuh terbesar di dunia dan salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan di antara orang lanjut usia di seluruh dunia.

Penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang membutuhkan pemikiran aktif, pemecahan masalah, dan pembelajaran berkelanjutan dapat membangun cadangan kognitif dan dengan demikian mengurangi penurunan kognitif. (BS)