Berandasehat.id – Kekurangan vitamin D memiliki dampak pada beragam fungsi tubuh, yang sudah dikenal luas misalnya kekuatan tulang. Selain itu kurang vitamin yang salah satu sumbernya sinar matahari ini bisa memengaruhi kaki anak, seperti membentuk huruf O atau X.
Menurut Spesialis Ortopedi Anak dari RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp.A (K), kelainan bentuk kaki pada anak, seperti kaki O dan kaki X, merupakan kondisi bawaan atau fase tumbuh kembang normal yang dapat membaik dengan sendirinya. Namun demikian, kondisi itu sering kali dipicu oleh masalah nutrisi, terutama kekurangan vitamin D.
“Defisiensi vitamin D menyebabkan proses penyerapan kalsium ke dalam tulang terhambat, sehingga kualitas tulang menurun dan rentan mengalami kelainan bentuk,” ujar dr. Aulia dalam diskusi media RS Pondok Indah Group di Jakarta, baru-baru ini.
Saat asupan vitamin D rendah maka kalsium sulit diserap. “Jadi nggak banyak (kalsium) yang diabsorpsi ke dalam tubuh, akibatnya kalsium yang terdeposit ke dalam tulang menjadi lebih rendah,” ulasnya.

Selain kekurangan vitamin D, sejumlah hal yang dapat memengaruhi kondisi kaki anak berbentuk O atau X antara lain obesitas/berat badan berlebih, kelainan bawaan, riwayat trauma, tumor pada tulang, riwayat infeksi, kelainan saraf atau gangguan autoimun. “Jika dibiarkan tanpa penanganan, anak berisiko mengalami komplikasi jangka panjang seperti osteoarthritis hingga gangguan pola jalan,” dr. Aulia mengingatkan
Perlu dicatat, bentuk kaki yang melengkung seperti huruf O atau justru saling mendekat membentuk huruf X dalam banyak kasus merupakan bagian alami dari proses tumbuh kembang, terutama pada bayi dan balita. Menurut dr. Aulia, nantinya kaki itu akan lurus seiring pertumbuhan anak.
Kaki berbentuk O (bow legs) adalah kelainan bentuk tungkai di mana lutut membengkok menjauh satu sama lain, sehingga tampak membentuk huruf O. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut genu varum. Pada bayi dan balita, kaki O tergolong lazim karena tulang masih dalam proses penyesuaian setelah sebelumnya berada di posisi terlipat saat di dalam kandungan.
“Seiring pertumbuhan dan meningkatnya kemampuan anak untuk berdiri serta berjalan, struktur tulang kaki akan berubah secara bertahap menuju posisi yang lebih lurus,” terang dr. Aulia.
Karena alasan itulah kaki O pada usia dini sering kali tidak membutuhkan penanganan khusus. Namun, dr. Aulia mengingatkan bahwa kondisi ini tetap memiliki batas evaluasi. Dia menyarankan evaluasi kaki O sampai maksimal usia dua tahun untuk mengetahui apakah sudah mulai lurus atau sesuai dengan kurva pertumbuhan.
Apabila setelah usia itu, bentuk kaki anak masih tampak sangat melengkung atau tidak menunjukkan perbaikan, maka pemeriksaan lebih lanjut diperlukan. Dia lebih lanjut mengungkap, di bawah usia dua tahun kondisi ini biasanya tidak menimbulkan nyeri.
Masalah akan muncul saat remaja, keluhan dapat muncul berupa rasa tidak nyaman hingga nyeri di panggul dan lutut, dengan atau tanpa nyeri pada pergelangan kaki. “Keluhan ini terjadi karena adanya peningkatan beban pada sendi tertentu akibat distribusi tekanan yang tidak seimbang,” dr. Aulia menjelaskan.
Adapun kondisi kaki berbentuk X (knock knees), dikenal dengan istilah medis genu valgum, memiliki ciri utama kedua lutut saling atau hampir bersentuhan, sementara pergelangan kaki justru mengarah ke luar dengan arah yang saling berlawanan.
Berbeda dengan kaki O yang umum terjadi pada usia bayi, sebut dr. Aulia, kaki X biasanya muncul pada tahap pertumbuhan berikutnya, misalnya pada anak berusia tiga hingga empat tahun, dan akan berangsur membaik dengan sendirinya setelah usia enam atau tujuh tahun.
Dia menjelaskan, perubahan dari kaki O menjadi lurus, lalu sedikit X, kemudian kembali lurus adalah pola yang sering ditemukan dalam kurva pertumbuhan anak. “Selama perubahan ini berjalan sesuai usia dan tidak disertai keluhan berat, kondisi tersebut masih termasuk variasi normal,” cetusnya.
Orang tua tak perlu cemas berlebihan karena kebanyakan anak dengan kaki O atau kaki X yang sesuai umur kemungkinan tidak memerlukan penanganan khusus, kondisi ini akan membaik dengan sendirinya.
Namun, ketika kaki berbentuk O atau X yang di luar umur fisiologis dan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, kelainan yang semakin berat secara cepat, atau hanya terjadi pada salah satu sisi hingga mengganggu aktivitas anak, maka diperlukan penanganan yang tepat.
Penanganan kelainan bentuk kaki beragam, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan. Ada beragam penanganan yang dapat dianjurkan untuk pasien dengan kelainan tungkai O atau X menurut dr. Aulia, termasuk terapi pengobatan dan suplemen pada kasus defisiensi vitamin D.
Penanganan juga bisa menggunakan alat bantu berupa braces, terutama untuk kasus Blount disease. Atau untuk kasus tertentu dibutuhkan tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk tulang kaki. “Tindakan dapat dilakukan dengan teknik guided growth ataupun correctional osteotomy surgery,” ujarnya.
Guided growth surgery dinilai menjadi solusi efektif dalam mengatasi kondisi kelainan tungkai anak. “Prosedur ini akan memperbaiki tulang tungkai anak sesuai bentuk anatomi tanpa mengganggu pertumbuhan tulangnya. Tindakan ini lebih aman bagi pasien anak karena menggunakan metode yang bersifat minimal invasif,” beber dr. Aulia.
Prosedur guided growth surgery dilakukan saat anak masih dalam fase pertumbuhan dengan memasang pelat logam kecil seukuran klip kertas pada lempeng pertumbuhan tulang. Dalam hal ini, anak akan dipasangkan pelat logam kecil seukuran klip kertas beserta dua sekrup pada salah satu sisi lempeng pertumbuhan tulang. Pelat tersebut dapat menahan pertumbuhan di satu sisi, sementara sisi lainnya tetap tumbuh normal.

Metode tersebut bertujuan agar tulang anak kembali lurus secara bertahap. “Keunggulannya, anak tetap bisa beraktivitas tanpa perlu menggunakan penyangga kaki atau gips,” ujarnya.
Proses pemulihan sempurna membutuhkan waktu sekitar satu tahun tergantung kecepatan pertumbuhan anak. Sedangkan evaluasi luka pascaoperasi biasanya sudah terlihat dalam dua minggu. “Jika posisi tulang telah terkoreksi dengan baik, klip logam tersebut dapat segera diangkat,” jelas dr. Aulia.
Pencegahan kaki O dan X
Meskipun kondisi kaki O dan X umumnya merupakan tahap pertumbuhan anak, orang tua dapat melakukan pencegahan agar kondisi tersebut tidak menetap hingga anak beranjak dewasa, antara lain dengan memastikan asupan vitamin terpenuhi (konsumsi makanan kaya vitamin D atau alokasikan waktu terpapar sinar matahari), juga menjaga berat badan anak dalam kondisi ideal alias tidak kegemukan. (BS)