Berandasehat.id – Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius di Indonesia. Tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis dengan karakter tekanan darah yang dinamis dan berubah-ubah, dipengaruhi oleh aktivitas fisik, stres, waktu pengukuran, lingkungan, serta kepatuhan pasien terhadap terapi.

“Pemeriksaan tekanan darah yang akurat, terstandar, dan berulang menjadi kunci utama dalam diagnosis, stratifikasi risiko, serta evaluasi keberhasilan terapi hipertensi,” menurut Ketua Pokja Hipertensi PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), Dr. Bagus Andi Pramono, Sp.JP, FIHA, seraya menekankan karakteristik hipertensi serta pentingnya pengelolaan yang tepat.

Penggunaan alat ukur tekanan darah yang telah tervalidasi secara klinis, disertai edukasi cara pengukuran yang benar, berperan penting dalam mencegah kesalahan klasifikasi hipertensi.

Pokja Hipertensi PERKI juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pencatatan dan pemantauan tekanan darah jangka panjang, sejalan dengan rekomendasi penanganan hipertensi terkini yang menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah di luar fasilitas kesehatan.

Selain keturunan, hipertensi tak bisa dilepaskan dari pola makan. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 menyebut pola konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak masih berkontribusi terhadap tingginya prevalensi hipertensi dan diabetes di Indonesia.

Ironis, sebanyak 43,3% penduduk Indonesia tercatat belum menyadari risiko kesehatan dari konsumsi makanan dan minuman berisiko tinggi yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan tekanan darah serta risiko penyakit kardiovaskular.

Sebagai upaya pencegahan dan mengelola hipertensi, jaringan OMRON Experience Center (OEC) hadir di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperluas layanan purna jual dan mendekatkan service center kepada pelanggan, yang terbaru di Semarang, Jawa Tengah. Dengan demikian OEC kini hadir di 12 kota di Indonesia.

Hadir di 12 kota, OEC memastikan layanan purna jual, termasuk servis dan kalibrasi alat, dapat diakses lebih dekat dan lebih cepat oleh pelanggan di berbagai wilayah.

“Pengoperasian OMRON Experience Center di 12 kota merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses layanan dan mendekatkan dukungan teknis kepada masyarakat di Indonesia,” kata Tomoaki Watanabe, Direktur OMRON Healthcare Indonesia.

Hal itu sejalan dengan misi global Going for ZERO, OMRON berkomitmen untuk menurunkan risiko stroke dan serangan jantung dengan mendorong pemantauan tekanan darah secara rutin. Upaya ini perlu didukung oleh layanan purna jual yang mudah dijangkau, cepat, dan tepercaya. “Melalui OMRON Experience Center, kami menghadirkan pusat layanan teknis, termasuk servis dan kalibrasi alat yang efisien, agar masyarakat dapat menjaga konsistensi pemeriksaan tekanan darah tanpa kendala,” terang Watanabe.

Salah satu fokus pengembangan jaringan OEC terbaru berada di wilayah Jawa Tengah, seiring dengan tingginya kebutuhan layanan pemantauan kesehatan di wilayah tersebut. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi hipertensi di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta masing-masing mencapai 32,9% dan 31,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi nasional yang tercatat sebesar 30,8%.

Kondisi ini menegaskan pentingnya menjaga rutinitas pemantauan tekanan darah sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan sehari-hari.

Peresmian OEC Semarang, Jawa Tengah

Sebelumnya bekerja sama dengan MitraCare, kini OMRON menggandeng Datascrip sebagai mitra pengelola OEC. Kolaborasi ini menegaskan komitmen OMRON dalam menjalankan misi global Going for ZERO, salah satunya melalui dukungan terhadap pengelolaan kesehatan kardiovaskular masyarakat Indonesia.

OEC saat ini dikelola oleh beberapa pihak. OEC di Jakarta dikelola oleh PT OMRON Healthcare Indonesia. MitraCare menangani OEC di Surabaya, Bandung, Palembang, Medan, dan Makassar. Adapun Datascrip mengelola OEC di Semarang, Yogyakarta, Bali, Balikpapan, Manado, dan Padang

Di OEC, pelanggan dapat mencoba berbagai perangkat kesehatan seperti tensimeter digital, monitor komposisi tubuh, nebulizer, perangkat manajemen nyeri, dan termometer digital; sehingga pelanggan bisa memutuskan tipe mana yang tepat untuk mereka sebelum melakukan pembelian pada toko alat kesehatan, apotek, atau kanal resmi online. (BS)