Berandasehat.id – Menurut pendapat umum, cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan berolahraga. Meskipun aktif berolahraga bermanfaat bagi kesehatan kita dalam banyak hal, namun tampaknya tidak terlalu membantu jika ingin mengurangi lingkar pinggang beberapa cm.
Kini, sebuah studi baru yang diterbitkan di Current Biology menawarkan penjelasan mengapa demikian.
Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah menggunakan rumus matematika sederhana untuk menghitung berapa banyak energi yang kita gunakan, yang pada dasarnya adalah: Total Pembakaran = Biaya Hidup + Olahraga. Ini dikenal sebagai Model Aditif, dan artinya setiap kalori yang dibakar selama berolahraga hanya ditambahkan ke kalori yang digunakan hanya untuk tetap hidup.
Jadi, misalnya, jika membakar 2.000 kalori sehari selama aktivitas normal dan kemudian berlari dan membakar 400 kalori, kita akan membakar 2.400 kalori dalam sehari menurut rumus tersebut.
Pemikiran yang berkembang adalah bahwa pembakaran ekstra ini dapat menyebabkan penurunan berat badan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, model lain telah muncul yang disebut Model Terbatas. Teori ini menyatakan bahwa tubuh memiliki batasan seberapa banyak energi yang dapat digunakan. Jadi, jika kita membakar lebih banyak kalori melalui olahraga, tubuh mengurangi tugas internal, seperti perbaikan sel, untuk menjaga pengeluaran energi total dalam kisaran yang sempit dan dapat diprediksi. Ini berarti bahwa kalori ekstra yang kita kira bisa dibakar faktanya tidaklah demikian.
Membandingkan model untuk melihat hasil
Dua peneliti dari Universitas Duke di AS, Herman Pontzer dan Eric T. Trexler, memutuskan untuk membandingkan kedua gagasan ini untuk melihat mana yang didukung oleh data.

Mereka menganalisis 14 studi berbeda yang melibatkan 450 orang yang berpartisipasi dalam program olahraga, serta beberapa studi pada hewan.
Dengan membandingkan energi yang diharapkan dibakar oleh subjek dengan energi yang sebenarnya berhasil dibakar, para ilmuwan menghitung seberapa banyak tubuh melakukan kompensasi. Mereka juga membandingkan data dari populasi yang berbeda.
Hasil studi menunjukkan bahwa Model Aditif sering melebih-lebihkan seberapa banyak pengeluaran energi harian total meningkat dengan olahraga.
Sebaliknya, tim peneliti menemukan bahwa ketika manusia dan hewan menjadi lebih aktif, mereka mungkin melakukan kompensasi dengan mengurangi energi yang dihabiskan untuk proses atau aktivitas lain.
Realita pembakaran kalori
Rata-rata, sekitar 72% kalori yang dibakar selama berolahraga ditambahkan ke total pembakaran harian. Sisanya 28% dapat diimbangi melalui kompensasi. Namun, ini hanya sebagian. Olahraga tetap meningkatkan total penggunaan energi, tetapi kurang dari yang diprediksi oleh perhitungan aditif sederhana.
Para peneliti juga mencatat bahwa angka 28% adalah rata-rata dan sangat bervariasi antar individu.
“Manusia dan hewan lain merespons peningkatan aktivitas fisik dengan mengurangi pengeluaran energi untuk tugas-tugas lain, mendukung model pengeluaran energi yang terbatas,” kata peneliti.
Temuan ini dapat menjelaskan mengapa olahraga saja sering kali menyebabkan penurunan berat badan yang lebih sedikit dari yang diharapkan, dan mengapa diet memainkan peran kunci. (BS)