Berandasehat.id – Jamur kerap jadi ancaman tersembunyi, sering kali tidak disadari karena secara diam-diam membahayakan kesehatan. Yang mengkhawatirkan adalah paparan jamur selama masa kanak-kanak awal meninggalkan jejak hingga masa remaja.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Environmental Research: Health, sebuah tim dari Universitas Bristol, Inggris, memanfaatkan data dari Avon Longitudinal Study of Parents and Children (ALSPAC), sebuah studi kohort kelahiran terkenal yang juga dikenal sebagai Children of the 90s, untuk mengeksplorasi bagaimana paparan jamur dalam ruangan di awal kehidupan dapat memengaruhi fungsi paru, perkembangannya dari waktu ke waktu, dan risiko asma yang didiagnosis dokter.

Para peneliti menganalisis data medis dari hampir 14.000 anak, yang kesehatan dan perkembangannya dipantau secara ketat sejak lahir hingga usia sekitar 24 tahun, menggunakan informasi yang dikumpulkan dari kunjungan klinik dan kuesioner.

Data menunjukkan bahwa paparan serius terhadap jamur di dalam ruangan pada usia 5 tahun dikaitkan dengan penurunan fungsi paru hampir 6% pada usia 15 tahun.

Ada juga hubungan yang kuat dengan asma, di mana anak-anak yang terpapar jamur serius pada usia 5 tahun 1,85 kali lebih mungkin didiagnosis menderita asma pada usia 8 tahun dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar jamur. Namun, hubungan ini melemah seiring anak mendekati usia dewasa.

Lonjakan masalah jamur

Jamur ada di mana-mana, baik di dalam maupun di luar ruangan. Jamur dapat masuk ke rumah melalui pintu, jendela, ventilasi, dan sistem HVAC atau menempel pada pakaian, sepatu, atau hewan peliharaan dari luar.

Begitu spora jamur menemukan jalannya ke permukaan yang lembap, spora tersebut akan tumbuh dan menyebar dengan cepat.

Paparan jamur di dalam ruangan sangat umum terjadi. Sebuah laporan tahun 2019 oleh Pusat Kelembapan di Bangunan Inggris menunjukkan bahwa hingga sepertiga rumah di Inggris mungkin terpengaruh, sementara meta-analisis Eropa tahun 2012 memperkirakan bahwa sekitar 15% rumah tangga mengalami masalah jamur.

Masalah jamur kemungkinan akan meningkat seiring dengan perubahan iklim yang membawa lebih banyak banjir, badai, dan kondisi lembap, merupakan lingkungan yang sempurna bagi jamur untuk berkembang.

Mengingat sebagian besar orang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan, peningkatan paparan jamur di dalam ruangan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

Meskipun jamur di dalam ruangan telah dikaitkan dengan asma dan gejala pernapasan, pengaruhnya terhadap pengukuran objektif fungsi paru, terutama pada populasi yang lebih muda, masih belum jelas.

Para peneliti melihat dua cara utama untuk mengukur kapasitas paru. Pertama, FEV1, atau Volume Ekspirasi Paksa dalam satu detik, menunjukkan berapa banyak udara yang dapat dihembuskan seseorang hanya dalam detik pertama dari hembusan napas yang kuat. Kedua, FVC, atau Kapasitas Vital Paksa, mengukur jumlah total udara yang dapat dihembuskan seseorang setelah mengambil napas terdalamnya.

Data tersebut berasal dari studi ALSPAC, yang mencakup wanita hamil yang tinggal di wilayah Avon di Inggris dengan perkiraan tanggal persalinan antara 1 April 1991 hingga 31 Desember 1992, beserta anak-anak yang lahir dari kehamilan tersebut.

Pada usia 8, 15, dan 24 tahun, peserta mengunjungi klinik untuk pengujian spirometri, di mana mereka bernapas ke dalam alat yang mengukur FEV1 dan FVC untuk mengevaluasi kesehatan paru. Pada saat yang sama, mereka ditanya apakah dokter pernah mendiagnosis mereka menderita asma, sehingga peneliti dapat melacak kondisi tersebut bersamaan dengan fungsi paru dari waktu ke waktu.

Hasil penelitian mengungkap bahwa paparan jamur dalam ruangan di usia dini menyebabkan penurunan fungsi paru pada usia 8 dan 15 tahun (penurunan FEV1 sebesar 5,7% dan penurunan FVC sebesar 6,0%), tetapi tidak pada usia 24 tahun.

Paparan juga sangat terkait dengan diagnosis asma pada usia 8 tahun, tetapi tren tersebut melemah pada usia 24 tahun.

Para peneliti percaya bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah masa kanak-kanak merupakan periode rentan terhadap masalah paru terkait jamur atau apakah efeknya terutama disebabkan oleh waktu paparan, demikian laporan Science x Network. (BS)