Berandasehat.id – Wanita muda di bawah 25 tahun dengan riwayat lesi serviks memiliki risiko 20% lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan lebih mungkin meninggal karena penyakit itu, dibandingkan dengan wanita seusia mereka tanpa kondisi tersebut.
Lesi intraepitel skuamosa tingkat tinggi (HSIL) adalah perubahan yang tidak diinginkan pada sel-sel serviks yang dapat menyebabkan kanker serviks. Biasanya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), dan perawatan medis dini dapat menurunkan kemungkinan perkembangan lesi menjadi kanker.
Sebuah studi nasional oleh para peneliti di Universitas Linköping dan Rumah Sakit Universitas Karolinska menganalisis lebih dari enam dekade data registri, berfokus pada remaja dan wanita dewasa muda berusia 15 hingga 24 tahun yang didiagnosis dengan HSIL serviks. Hasil kesehatan mereka dibandingkan dengan wanita seusia yang tidak memiliki lesi.
Menurut temuan yang dipublikasikan di JAMA Oncology, wanita dengan HSIL menunjukkan risiko yang jauh lebih tinggi terhadap kondisi jantung serius, termasuk risiko serangan jantung 58% lebih tinggi dan risiko penyakit serebrovaskular, seperti stroke, hampir 42% lebih tinggi.
Wanita dengan kondisi itu juga lebih mungkin mengembangkan gagal jantung, tekanan darah tinggi, dan irama jantung yang tidak teratur (aritmia).
Riwayat serviks tentukan masa depan jantung
Penyakit jantung dan kanker adalah dua penyebab utama kematian di seluruh dunia, dan bukti yang berkembang menunjukkan keduanya terkait erat. Keduanya memiliki banyak faktor risiko dan jalur biologis yang sama, sehingga proses yang mendorong satu penyakit juga dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya.

Mengingat hal ini, banyak penelitian terbaru telah berfokus pada kelompok remaja dan dewasa muda dengan kanker untuk memahami risiko penyakit kardiovaskular. Namun, wanita muda dengan HSIL, suatu kondisi yang dapat menyebabkan kanker, sebagian besar telah diabaikan dalam penelitian ini.
Dalam studi terkini, tim menganalisis data dari register nasional Swedia yang mencakup periode 1958 hingga 2021. Menggunakan Register Kanker Nasional Swedia, mereka mengidentifikasi 29.960 remaja dan dewasa muda berusia 15 hingga 24 tahun yang telah didiagnosis dengan HSIL serviks, dan membandingkannya dengan 149.606 wanita serupa pada usia yang sama yang tidak memiliki kondisi tersebut.
Sebuah model matematika dirancang untuk menentukan apakah wanita dengan riwayat HSIL memiliki risiko masalah jantung yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok wanita tanpa lesi.
Hasil statistik menunjukkan bahwa wanita dengan HSIL memang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kardiovaskular dan punya risiko 49% lebih tinggi untuk meninggal khususnya karena masalah jantung seperti serangan jantung atau kematian jantung mendadak.
Meskipun cukup jarang, risiko meninggal karena kanker lebih dari dua kali lipat di antara wanita dalam kelompok HSIL dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Studi ini juga menemukan bahwa wanita dengan infeksi HPV lebih cenderung merokok dan mengalami obesitas, yang keduanya diketahui meningkatkan risiko penyakit jantung.
Para peneliti menekankan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami hubungan ini. Sementara itu, perlu ada kesadaran publik yang lebih besar tentang risiko ini, bersamaan dengan perhatian yang lebih besar pada skrining kesehatan jantung dan strategi manajemen dini untuk wanita dengan riwayat HSIL, demkian laporan Science x Network. (BS)