Berandasehat.id – Alas kaki yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai bantalan langkah, namun berfungsi sebagai alat medis yang dapat meningkatkan kesehatan fisik secara keseluruhan.
Meskipun banyak orang mengaitkan alas kaki ortopedi dengan desain yang ketinggalan zaman dan besar, sepatu dan sepatu kets ortopedi saat ini telah mengalami banyak perkembangan dalam hal gaya—dan banyak yang dibuat oleh merek sepatu dan sepatu kets populer. Namun, manfaat intinya tetap sama: dukungan biomekanik.
Dengan menstabilkan kaki, sepatu ini membantu menyelaraskan apa yang oleh para ahli disebut sebagai ‘rantai kinetik.’ Ini berarti bahwa menyediakan dasar yang kokoh untuk kaki dapat mengurangi tekanan pada pergelangan kaki, lutut, pinggul, dan bahkan punggung bawah.
“Sederhananya, sepatu ortopedi tidak hanya nyaman: sepatu ini juga terapeutik,” kata Dr. Nicholas Butler, ahli bedah kaki dan pergelangan kaki bersertifikasi di Kent State University di Ohio, kepada CNN.
Adapun Dr. Bobby Pourziaee, ahli penyakit kaki, ahli bedah, dan pendiri Palm Springs Podiatry di California, menyampaikan bahwa sepatu ortopedi membantu mengatasi nyeri kaki dengan mendistribusikan tekanan secara lebih merata, mengurangi ketegangan pada plantar fascia, menstabilkan tumit, dan meminimalkan gerakan berlebihan yang dapat mengiritasi sendi, tendon, dan ligamen.
Meskipun siapa pun dapat memperoleh manfaat dari alas kaki ortopedi, orang-orang yang memiliki kondisi atau gejala berikut akan memetik manfaat paling besar, yakni plantar fasciitis, nyeri tumit atau lengkung kaki, kelainan bentuk kaki seperti bunion atau hammertoe, sulit berjalan atau berdiri dalam waktu lama, dan kesulitan menemukan sepatu yang pas dan nyaman.
Hal yang bisa menjadi petunjuk penting adanya masalah pada kaki adalah jika sepatu saat ini hanya terasa nyaman selama beberapa jam atau pengguna terus-menerus merasa lelah di kaki.

Tersedia dalam berbagai kedalaman dan lebar, sepatu ortopedi memberikan dukungan lengkungan yang lebih baik pada alas kaki, stabilitas yang lebih tinggi, dan bantalan ekstra untuk penyerapan guncangan, menurut Dr. Nicole DeLauro, ahli penyakit kaki dan ahli bedah kaki dan pergelangan kaki bersertifikat di New Jersey dan sekretaris Asosiasi Ahli Penyakit Kaki Wanita Amerika, dikutip CNN.
Saat membeli sepatu baru, para ahli menyarankan untuk memperhatikan konstruksi sepatu dengan cermat. Sepatu pendukung berkualitas tinggi seharusnya sulit ditekuk dan berubah bentuk. “Jika ragu, tekuk sepatu,” saran Butler. “Jika terlipat seperti taco, itu bukan sepatu ortopedi.”
Selain ‘tes taco’, bagian belakang sepatu yang mengelilingi tumit juga harus dicek.Tekan bagian tersebut. Sepatu yang kokoh akan tahan terhadap tekukan, membantu mengontrol gerakan dari sisi ke sisi saat kita berjalan.
Tips lain, coba dengan memutar sepatu. Jika bagian tengah tetap kaku saat memutar bagian depan dan belakang ke arah yang berlawanan, kemungkinan besar sepatu tersebut memiliki penyangga lengkung yang dibutuhkan untuk menjaga persendian tetap sejajar.
Ruang di dalam sepatu atau sneaker sama pentingnya dengan kekuatan luarnya. Dokter spesialis kaki merekomendasikan untuk mencari desain dengan kotak jari kaki yang dalam dan lebar. Ini memungkinkan jari-jari kaki untuk ‘menyebar’ secara alami, mencegah penyempitan dan kompresi yang sering menyebabkan cedera atau deformitas jangka panjang.
Penyangga lengkung bawaan juga sangat penting.
Fitur sepatu penting lainnya yang perlu diperhatikan:
1. Sol tengah penyerap guncangan, membantu meredam benturan setiap kali kaki menyentuh tanah.
2. Penutup yang dapat disesuaikan: Tali atau strap memungkinkan pengguna untuk mengencangkan atau melonggarkan ukuran sepatu sesuai perubahan ukuran kaki sepanjang hari karena pembengkakan.
3. Sol dalam yang dapat dilepas, memungkinkan pengguna untuk mengganti dengan sol dalam medis khusus jika perlu.
4. Memilih alas kaki yang tepat adalah langkah proaktif menuju mobilitas yang lebih baik. Dengan memilih sepatu yang memprioritaskan integritas struktural, pengguna dapat melindungi tubuh dari keausan aktivitas sehari-hari, demikian laporan Healthday. (BS)