Berandasehat.id – Sel beta di pankreas bertindak sebagai sensor yang sangat sensitif yang terus-menerus mengukur jumlah gula dalam darah. Ketika kita makan sesuatu dan kadar gula naik, sel beta menghasilkan insulin untuk membantu tubuh memproses gula dengan benar. Proses ini membutuhkan energi yang sangat besar dari sel, yang dihasilkan di pembangkit energi internal mereka sendiri, mitokondria.
Studi terkini menunjukkan bahwa zat besi adalah bahan bakar penting yang memungkinkan pembangkit energi ini berfungsi selama pertumbuhan sel, menurut temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications.
Selama perkembangan sel beta, ada momen tertentu ketika mereka sangat rentan, kata Annelore Van Mulders, dari kelompok penelitian neogenesis sel beta di VUB dan penulis utama artikel tersebut. “Pada tahap ini, sel beta muda membuka ‘pintu’ mereka lebar-lebar untuk zat besi melalui reseptor khusus. Ketika pasokan zat besi diblokir, sel-sel tersebut tidak dapat berkembang menjadi dewasa dan mati,” tuturnya.
Yang mengejutkan, sel beta dewasa terbukti jauh kurang sensitif terhadap kekurangan zat besi sementara, menunjukkan kondisi ‘kelaparan akan zat besi’ yang unik dan spesifik untuk fase pertumbuhan sel.
Menurut Profesor Willem Staels, ahli endokrinologi anak di Grup Penelitian Neogenesis Sel Beta di VUB, temuan studi ini membuka perspektif yang sama sekali baru. “Kami telah mengetahui sejak lama bahwa terlalu banyak zat besi dapat membahayakan pankreas, tetapi yang belum diketahui sampai sekarang adalah bahwa zat besi sebenarnya sangat penting untuk perkembangannya,” ujarnya.

“Hasil studi menunjukkan bahwa zat besi adalah bahan yang diperlukan untuk mengubah sel yang belum matang menjadi sel beta yang sehat dan fungsional. Ini adalah langkah penting lainnya dalam pencarian cara untuk menumbuhkan sel beta di laboratorium sebagai terapi alternatif bagi penderita diabetes,” imbuh Prof Staels.
Relevansi untuk praktik klinis
Hasil studi dipandang sangat penting untuk perawatan rumah sakit sehari-hari. Profesor Nico De Leu, ahli endokrinologi di UZ Brussel dan pemimpin bersama penelitian menjelaskan bahwa hasil riset memberikan pemahaman yang lebih baik tentang mengapa orang dengan status zat besi yang terganggu lebih cenderung mengalami masalah dengan metabolisme gula.
“Studi ini memberikan bukti langsung bahwa pabrik insulin tubuh akan berhenti berfungsi tanpa adanya mineral zat besi,” jelasnya. “Mengingat bahwa kekurangan zat besi adalah kekurangan gizi yang paling luas di dunia, studi ini menyoroti pentingnya keseimbangan zat besi yang baik untuk pencegahan penyakit metabolik.”
Temuan tentang ‘pemrograman metabolik’ pankreas ini membuka jalan bagi perawatan baru. Dengan memberikan sel beta jumlah zat besi yang tepat pada waktu yang tepat, para ilmuwan di masa depan mungkin dapat menghasilkan sel yang lebih sehat dan kuat dari sel punca. (BS)