Berandasehat.id – Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu kondisi serius yang kerap ditemukan pada populasi lanjut usia adalah stenosis aorta berat, yaitu penyempitan katup aorta yang dapat menyebabkan sesak napas, nyeri dada, pingsan, hingga gagal jantung.
Seiring meningkatnya angka harapan hidup, prevalensi penyakit katup jantung degeneratif juga terus bertambah, sementara tidak semua pasien memiliki kondisi yang memungkinkan untuk menjalani operasi jantung terbuka.
Menurut Dr. I Made Junior Rina Artha Sp.JP, SubSp.Kl.,IKKv(K), dokter spesialis jantung intervensi Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), bagi pasien dengan stenosis aorta berat, kondisi penyempitan katup jantung berisiko menyebabkan gagal jantung hingga kematian jika tidak ditangani. “Banyak pasien stenosis aorta berat datang dalam kondisi lanjut dan berisiko tinggi untuk menjalani operasi terbuka,” ujarnya di acara temu media daring, Senin (9/3).
Namun ada cara mengatasi hal itu, menggunakan tindakan operasi Transcatheter Aortic Valve Implantation (TAVI), prosedur minimal invasif untuk mengganti katup aorta tanpa perlu operasi jantung terbuka. “Katup baru dimasukkan melalui kateter yang biasanya diakses melalui arteri paha. Dengan begitu, prosedur ini memiliki risiko lebih rendah serta waktu pemulihan lebih cepat dibandingkan operasi konvensional,” terang Made.

Dia menambahkan, TAVI membuka peluang baru bagi pasien yang sebelumnya memiliki keterbatasan pilihan terapi. Selain itu, pemulihan juga cepat, pasien tak perlu berlama-lama tinggal di rumah sakit pasca-tindakan. Usai menjalani prosedur TAVI, rata-rata pasien dapat pulang dalam waktu 48–72 jam.
“Dengan TAVI, kami dapat memberikan alternatif terapi yang lebih aman dan efektif dengan proses pemulihan yang lebih cepat. Ini alternatif terapi penting bagi pasien lanjut usia atau pasien dengan risiko operasi tinggi,” cetus Made.
Kolaborasi dokter spesialis multinasional
Belum lama ini, Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC), pusat layanan kardiovaskular bagian dari Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), berkolaborasi dengan Bali International Hospital (BIH) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dan Kesejahteraan Sanur, Bali, menjalankan tindakan TAVI pertamanya.
Melalui kolaborasi tersebut dua pasien Indonesia telah berhasil menerima tindakan operasi pada 7 Maret. Program ini menjadi tonggak penting karena merupakan operasi TAVI pertama SCVC di BIH yang dilakukan melalui kolaborasi tim dokter multinasional.
Prosedur itu dilakukan oleh Dr. I Made Junior Rina Artha bersama Prof. Lam Yat Yin dan Prof. Su Xi dari HKAM Group. Seluruh biaya tindakan dalam program ini ditanggung oleh HKAMG sebagai bagian dari Surgery CSR Program, sebuah inisiatif kemanusiaan yang bertujuan memperluas akses pasien terhadap teknologi medis canggih yang sebelumnya sulit dijangkau.
Program ini memberikan harapan baru. Banyak pasien dengan kondisi tersebut sebelumnya menghadapi keterbatasan pilihan terapi karena risiko tinggi operasi jantung terbuka atau harus mencari pengobatan ke luar negeri dengan biaya yang sangat besar.
Melalui kolaborasi SCVC dan BIH, pasien Indonesia kini dapat memperoleh prosedur jantung kompleks dengan standar internasional lebih dekat.

Steven Tse, CEO Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG) menyampaikan ekspansi SCVC ke Indonesia merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat akses layanan jantung berkualitas di kawasan Asia. “Kehadiran SCVC di Indonesia merupakan bagian dari upaya kami untuk menghadirkan teknologi medis mutakhir serta kolaborasi keahlian dokter internasional guna memperluas akses layanan jantung bagi pasien di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Noel Yeo, Chief of Commercial & Operations PT Pertamedika Bali Hospital, menyampaikan bahwa kolaborasi antara BIH dan SCVC merupakan langkah penting dalam memperkuat pengembangan layanan kardiovaskular berteknologi tinggi di Indonesia.
“Pengenalan prosedur TAVI di BIH merupakan tonggak penting dalam memperluas pilihan penanganan bagi pasien dengan penyakit katup jantung di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa prosedur jantung yang sangat kompleks kini dapat dilakukan di Bali dengan standar pelayanan internasional,” beber Noel.
Ke depan, SCVC menargetkan penguatan kolaborasi dengan dokter spesialis jantung lokal melalui transfer pengetahuan berkelanjutan, diskusi kasus multidisiplin, serta penerapan standar klinis yang terintegrasi. (BS)