Berandasehat.id – Melewatkan pengobatan tekanan darah tinggi (hipertensi) mungkin tampak tidak berbahaya ketika seseorang merasa sehat, tetapi hal itu dapat meningkatkan risiko serius seiring waktu.

Mulai dari lonjakan jangka pendek hingga kerusakan organ jangka panjang, dosis yang terlewat dapat menghilangkan manfaat pengobatan dalam senyap, menurut publikasi Medical Daily.

Tekanan darah tinggi kerap tidak memiliki gejala yang jelas, namun secara bertahap merusak pembuluh darah dan organ vital. Obat hipertensi menurunkan dan menstabilkan tekanan darah, mengurangi beban pada jantung dan arteri sehingga dapat berfungsi dengan baik.

Ketika dosis terlewat, tekanan darah dapat naik kembali, dan efek perlindungan pengobatan mulai memudar.

Karena itu, risiko obat hipertensi bukan hanya tentang efek samping dari obat itu sendiri. Bahaya yang lebih besar sering kali berasal dari penggunaan yang tidak konsisten atau berhenti secara tiba-tiba.

Setiap dosis yang terlewat dapat meningkatkan tekanan darah, dan kelalaian berulang dapat mendorong penyandang hipertensi kembali ke zona risiko tinggi terhadap kejadian serangan jantung, stroke, dan komplikasi lainnya.

Bahaya melewatkan obat hipertensi

Melewatkan satu dosis obat hipertensi tidak selalu menyebabkan keadaan darurat dengan segera, terutama pada orang dengan hipertensi ringan dan kesehatan yang stabil. Namun, hal itu dapat menyebabkan tekanan darah meningkat lebih tinggi daripada jika dosis diminum secara teratur.

Untuk beberapa obat dengan durasi kerja yang lebih pendek, obat hipertensi yang terlewat dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang terlihat dalam beberapa jam.

Meskipun satu kesalahan kecil tampak sepele, pola tetap penting. Sering melewatkan hanya satu dosis dapat berubah menjadi pengobatan yang kurang optimal secara kronis.

Selama berminggu-minggu dan berbulan-bulan, pola ini meningkatkan risiko pengobatan tekanan darah dengan membiarkan hipertensi hanya terkontrol sebagian.

Pasien mungkin tidak merasakan perbedaan, tetapi pembuluh darah dan organ mereka terpapar tekanan yang lebih besar daripada yang kita duga.

Lantas, apa yang harus dilakukan setelah lupa satu dosis obat hipertensi?

Sebagian besar dokter menyarankan untuk meminum pil yang terlewat segera setelah ingat, selama itu tidak terlalu dekat dengan dosis terjadwal berikutnya.

Menggandakan dosis tanpa bimbingan tenaga kesehatan umumnya tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah atau meningkatkan efek samping.

Jika beberapa dosis terlewat, atau jika gejala seperti nyeri dada, sakit kepala parah, atau sesak napas terjadi, kunjungi klinik/rumah sakit daripada mencoba ‘meresepkan’ obat untuk diri sendiri.

Apa saja efek samping yang langsung terlihat setelah lupa minum obat hipertensi? Ketika tekanan darah naik lagi setelah melewatkan pengobatan, penderita hipertensi mungkin akan merasakan sakit kepala berdenyut, pusing atau terasa melayang, jantung berdebar/detak jantung cepat, penglihatan kabur atau gangguan penglihatan, hingga muncul kecemasan.

Namun, banyak juga individu merasa ‘normal’ bahkan ketika tekanan darah tinggi. Sifat hipertensi yang senyap ini dapat menyesatkan. Penyandang hipertensi mungkin berasumsi bahwa melewatkan pil aman karena mereka merasa ‘baik-baik saja’ sementara sistem kardiovaskular mereka berada di bawah tekanan ekstra, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (BS)