Berandasehat.id – Musik diyakini memiliki manfaat untuk terapi kesehatan, misalnya meredakan kecemasan. Hal itu dikuatkan oleh studi terkini yang mengungkap bahwa sesi musik singkat dapat membantu meredakan kecemasan, dan para peneliti mengatakan ada titik optimal untuk durasi mendengarkan.

Kecemasan memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Perawatan umum termasuk pengobatan dan terapi, tetapi pilihan ini dapat memakan waktu, biaya, atau menyebabkan efek samping. Para peneliti mengatakan alat berbasis musik dapat menawarkan cara sederhana dan murah untuk membantu orang mengelola gejala.

Uji klinis menemukan bahwa mendengarkan musik yang dirancang khusus selama 24 menit dapat secara signifikan mengurangi gejala kecemasan. Musik tersebut dipasangkan dengan stimulasi denyut pendengaran (ABS), jenis pola suara yang dimaksudkan untuk memengaruhi aktivitas otak.

Studi yang dipimpin oleh para peneliti di Toronto Metropolitan University ini melibatkan 144 orang dewasa dengan kecemasan sedang. Semuanya sudah mengonsumsi obat untuk mengelola gejala.

Para peneliti hendak mengetahui apakah mendengarkan musik dengan ABS dapat memberikan bantuan tambahan dan berapa lama orang perlu mendengarkan untuk mendapatkan hasil terbaik.

Peserta dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok mendengarkan jenis atau durasi suara yang berbeda:

* Pink noise selama 24 menit (digunakan sebagai kontrol)

* Musik dengan ABS selama 12 menit

* Musik dengan ABS selama 24 menit

* Musik dengan ABS selama 36 menit

Sebelum dan sesudah mendengarkan musik, peserta menyelesaikan tes untuk mengukur kecemasan dan suasana hati.

Dibandingkan dengan pink noise, yang terdengar seperti air terjun, hujan, atau gelombang laut, hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dengan ABS membantu mengurangi gejala kecemasan baik kognitif maupun fisik. Contoh gejala kognitif termasuk pikiran yang tidak terkendali dan kesulitan berkonsentrasi, sedangkan gejala fisik dapat berupa mual atau nyeri dada.

Peserta juga melaporkan sensasi negatif berkurang setelah mendengarkan musik dengan ABS.

Uji klinis mengungkap bahwa sesi 24 menit menunjukkan hasil keseluruhan yang paling kuat. Sesi ini bekerja sama baiknya dengan sesi 36 menit dan lebih baik daripada versi 12 menit.

“Yang kami lihat adalah pola respons dosis di mana sekitar 24 menit musik dengan ABS tampaknya menjadi titik optimal,” kata penulis bersama studi Frank Russo, seorang profesor psikologi di Toronto Metropolitan University dikutip Healthday.

Waktu ideal itu dianggap cukup lama untuk secara signifikan mengubah tingkat kecemasan, tetapi tidak terlalu lama sehingga pendengar perlu meluangkan waktu yang besar, simpul studi yang telah diterbitkan di jurnal PLOS Mental Health. (BS)