Berandasehat.id – Anak-anak yang terpapar asap rokok dari ibu di masa kehamilan lebih mungkin mengalami tantangan perilaku dan kesehatan mental, menurut sebuah studi besar yang diterbitkan dalam jurnal Development and Psychopathology.

Meskipun penelitian sebelumnya telah mengaitkan merokok prenatal (kehamilan) dengan perilaku agresif atau melanggar aturan, masih belum jelas apakah merokok selama kehamilan juga memengaruhi hasil kesehatan mental yang lebih luas dan apakah efeknya berbeda berdasarkan jenis kelamin.

Studi baru ini memberikan pencerahan pada pertanyaan-pertanyaan ini, melibatkan riset ribuan anak di seluruh AS dan mengidentifikasi periode ketika paparan mungkin paling berdampak.

“Temuan ini menunjukkan bahwa paparan nikotin selama kehamilan dapat memengaruhi lebih dari sekadar masalah perilaku agresif—hal itu dapat berdampak pada kesehatan mental anak secara keseluruhan dan pengalaman masalah emosional dan perilaku secara bersamaan,” kata peneliti Kristine Marceau dari Universitas Purdue.

Memahami kapan anak-anak paling rentan dapat membantu keluarga dan penyedia layanan kesehatan memberikan dukungan pada waktu yang tepat.

Para peneliti menganalisis data dari 16.335 anak berusia 1 hingga 18 tahun dari 55 Situs Studi Kohort ECHO. Penilaian perilaku mengukur gejala emosional dan perilaku menggunakan kuesioner standar.

Temuan utama studi mencakup sejumlah hal berikut:

* Anak-anak yang terpapar asap rokok di masa kehamilan lebih mungkin mengalami beberapa gejala kesehatan mental atau perilaku secara bersamaan.

* Efek terkuat muncul pada masa kanak-kanak awal (di bawah usia 7 tahun) dan pubertas awal (usia 9–12 tahun).

* Efek serupa untuk anak laki-laki dan perempuan. Kedua jenis kelamin terpengaruh dengan cara yang sebanding, dengan tingkat gejala yang sedikit lebih tinggi pada anak laki-laki hanya pada usia 13–14 tahun.

* Terlepas dari latar belakang keluarga, asosiasi tetap ada bahkan setelah mempertimbangkan riwayat keluarga dan faktor lingkungan lainnya, seperti usia ibu, pendidikan, dan paparan zat tambahan.

Studi di masa mendatang dapat meneliti lebih dekat waktu, jumlah, dan frekuensi merokok selama kehamilan. Para peneliti juga dapat berupaya untuk lebih memahami efek mana yang disebabkan oleh merokok itu sendiri (bukan faktor keluarga lainnya), dan bagaimana nikotin dan bahan kimia lain dalam asap dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. (BS)