Berandasehat.id – Menggunakan metode kalender alias pantang berkala untuk mengendalikan kehamilan bisa dibilang gampang-gampang susah. Sebagai cara mengendalikan kehamilan, metode kalender dianggap tidak efektif.

Namun bagi yang ingin menggunakan metode ini sebagai cara untuk mencegah kehamilan jika melakukan hubungan intim, ada baiknya mengetahui cara hitung masa subur. Laman Mayoclinic.org memberikan panduannya sebagai berikut:

1.Catat lama 6-12 siklus menstruasi. Menggunakan kalender, tuliskan jumlah hari dalam setiap siklus menstruasi, yaitu dihitung dari hari pertama haid hingga hari pertama haid berikutnya.

2. Tentukan lama siklus menstruasi terpendek. Kurangi 18 dari jumlah hari dalam siklus paling pendek tersebut. Jumlah ini merupakan hari subur pertama dari siklus. Misalnya, jika siklus terpendek lamanya 26 hari, kurangi 18, maka akan ditemukan 8. Dalam contoh ini, di mana hari pertama siklus adalah hari pertama perdarahan haid, maka hari ke delapan dari siklus adalah hari subur pertama.

3. Tentukan lama siklus menstruasi terpanjang. Kurangi 11 dari jumlah hari dalam siklus terpanjang. Jumlah ini merupakan hari subur terakhir dari siklus.Misalnya, jika siklus terpanjang adalah 32 hari, maka kurangi dengan 11, maka akan diperoleh 21. Dalam contoh ini, di mana hari pertama siklus adalah hari pertama perdarahan haid, hari ke-21 dari siklus adalah hari subur terakhir.

4. Rencanakan hubungan intim dengan cermat selama masa subur. Jika berharap untuk menghindari kehamilan, seks tanpa kondom sudah jelas dilarang karena potensi terjadinya kehamilan besar. Di sisi lain, jika berharap untuk hamil, lakukan hubungan seks secara teratur selama hari-hari subur tersebut.

5. Perbarui perhitungan ini setiap bulan. Lanjutkan mencatat panjang siklus menstruasi untuk memastikan telah hitung masa subur dengan benar.

Perlu diketahui bahwa banyak faktor yang dapat memengaruhi waktu ovulasi yang tepat termasuk sakit dan stres. Dengan menggunakan metode kalender untuk memprediksi ovulasi bisa tidak akurat, terutama jika siklus haid tidak teratur. (BS)