Jangan Terlena, Nasib Indonesia Bisa Sama dengan India jika Gagal Kendalikan Covid-19

Berandasehat.id – Salah satu pemicu melonjaknya angka infeksi di India adalah kendornya protokol kesehatan (prokes), yaitu abai memakai masker dan orang-orang berkumpul untuk acara keagamaan atau politik tanpa menggunakan pelindung wajah.

India menjadi sorotan dunia menyusul ‘tsunami’ Covid-19 yang melanda negara dengan populasi lebih dari 1,3 miliar itu. Negara yang mengklaim ‘kemenangan’ terlalu awal terhadap pandemi Covid-19 ini mencatat lonjakan lebih dari 400.000 kasus kasus baru dalam 24 jam. Rata-rata kematian mencapai 4000 orang per hari.

“Ini cerita sedih dari India. Sejauh ini sudah membukukan 21 juta kasus infeksi Covid-19, dengan 4000 kematian per hari. Juga ditemukan galur baru hasil mutasi virus yang makin jauh lebih mudah menular. Krisis oksigen dan tempat tidur di rumah sakit, dan dokter serta perawat sudah lelah dan siap menyerah,” ujar Prof. dr. Menaldi Rasmin, Sp.P (K) dari RS Premier Jatinegara dalam webinar ‘Belajar dari India Babak Baru Covid-19 Siapkah Kita’ yang dihelat, Senin (10/5).

Indonesia bisa mengalami nasib yang sama dengan India jika tak mengambil langkah-langkah pengendalian dengan cepat. Berbagai upaya harus terus dilakukan, mencegah kejadian serupa agar Indonesia tak bernasib sama. “Pelajaran yang kita pegang dari kejadian di India adalah, begitu kasus Covid-19 naik, hal itu diikuti dengan meningkatnya angka kematian,” imbuh Prof Menaldi.

Euforia Vaksinasi dan Pengabaian Prokes

Para ahli menyoroti, melonjaknya angka infeksi Covid-19 di India antara lain karena euforia vaksinasi, selain kerumunan tanpa mengindahkan prokes, juga kemungkinan hadirnys strain baru yang lebih mudah menular. Karena sudah mendapat vaksin Covid-19, orang-orang merasa ‘aman’ untuk lepas masker dan berkerumun di acara keagamaan. Padahal, meskipun sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 namun prokes tetap harus dijalankan karena vaksin tak bisa melindungi 100% dari penularan coronavirus.

Selain India, juga terjadi lonjakan kasus di negara-negara Eropa, diikuti dengan upaya kuncian (lockdown) di negara-negara tersebut. Selain India, negara lain seperti Turki, juga sudah memasuki kondisi lockdown akibat terjadinya peningkatan kasus. Di Asia, Jepang bahkan sudah terkonfirmasi kembali mengalami 1000 kasus per hari setelah 3 bulan lamanya menekan angka di bawah 1000.

Hal itu perlu mendapat perhatian serius mengingat negara-negara tersebut merupakan wilayah  yang sudah mewaspadai peningkatan kasus Covid-19 padahal kita tahu sebelumnya negara-negara ini berhasil menekan laju penularan – bahkan bisa dianggap mengendalikan pandemi, ditambah upaya vaksinasi yang mereka lakukan.

Berkaca dari meningkatnya tingkat keterisian tempat tidur serta pengalaman di negara-negara lain, masyarakat disarankan untuk lebih disiplin dalam menerapkan prokes. “Bukan hanya 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak), namun juga perlu menjauhi kerumunan dan batasi mobilitas,” ujar Prof. Menaldi.

Satu hal yang harus diwaspadai adalah virus Covid-19 sangat mudah tersebar melalui pergerakan manusia, Pergerakan orang inilah yang selalu membawa virus. Jika ingin menekan mutasi, pertama kurangi jumlah orang tertular dan yang kedua batasi pergerakan manusia.”Data menunjukkan, tiap ada libur biasanya kasus Covid-19 meningkat,” beber Prof. Menaldi.

Agar Indonesia tak bernasib sama dengan India, Prof. Menaldi menekankan pentingnya melakukan prinsip dasar menghadapi pandemi, antara lain patuhi prokes 5M, lokalisasi pusat penularan, lakukan 3T (telusur, tes, terapi), memutus rantai penularan dan mencapai kekebalan komunitas.

“Penerapan protokol kesehatanĂ‚ itu tidak boleh ditawar. Selain itu mobilitas massal juga perlu dhindari,” tandas Prof. Menaldi. (sumber: hidupgaya.co)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s