Jumlah Kematian Harian di India Akibat Covid-19 Pecah Rekor

Berandasehat.id – India melaporkan jumlah kematian harian tertinggi akibat COVID-19 mencapai 4.529 pada hari Rabu saja (19/5), dengan penyebaran virus ke seluruh daerah pedesaan di wilayah dengan populasi tak kurang 1,3 miliar jiwa.

Hari paling mematikan sebelumnya untuk satu negara akibat COVID-19 dibukukan Amerika Serikat pada Januari 2021, ketika 4.468 orang meninggal. Banyak ahli percaya jumlah sebenarnya kematian di India bahkan lebih tinggi karena bukti telah muncul di seluruh negeri tentang sejumlah besar orang yang meninggal akibat COVID-19 yang belum dihitung secara resmi, dilaporkan The New York Times.

Jumlah kasus baru juga sama suramnya: India melaporkan 267.000 kasus baru pada Selasa (18/5), mendorong jumlah kasus resmi melampaui 25 juta,.

Sementara itu, para ilmuwan Inggris telah memberikan peringatan tentang varian virus corona yang pertama kali ditemukan di India, lapor Washington Post. Mereka menmberi saran pemerintah negara itu dalam makalah teknis bahwa penyakit itu bisa sampai 50 persen lebih menular daripada varian Inggris yang sudah lebih menular yang menjadi dominan di banyak negara musim semi ini.

Masih banyak yang belum diketahui tentang varian baru India – yang dikenal sebagai B.1.617.2 – sebagian karena pejabat kesehatan India hanya melakukan sedikit pengurutan genetik dan tidak dapat mengatakan seberapa besar penyebabnya atas wabah yang menghancurkan di sana, menurut laporan Post.

Tapi Inggris menjalankan konsorsium laboratorium pengurutan genetik yang terus-menerus mencari varian baru yang menjadi perhatian, dan kedatangan varian India membuat para ilmuwan dan pejabat pemerintah di negara itu sangat prihatin.

Sementara infeksi tampaknya sedikit melambat di kota-kota India seperti New Delhi dan Mumbai, virus itu sekarang menyebar dengan cepat ke seluruh negeri, kata Times. Pengujian di sana terbatas, dan infrastruktur medis kewalahan, kata surat kabar itu.

Rumah sakit di India tetap kekurangan pasokan, dan kampanye vaksinasi di negara itu lambat. Jumlah kematian tetap lebih dari 4.000 selama beberapa hari, menunjukkan bahwa bahkan jika infeksi baru menurun di pusat kota, mereka yang terinfeksi lebih awal dalam wabah sekarang sekarat dan berjuang untuk hidup.

Virus itu juga tidak luput menginfeksi para dokter dan pekerja medis India. Lebih dari 1.000 dokter telah meninggal karena COVID-19 sejak pandemi dimulai tahun lalu. Tingkat kematian jauh lebih tinggi, dan usia korban sering kali jauh lebih muda, sejak gelombang kedua infeksi dimulai musim semi ini, lapor Times. Lebih dari 260 dokter telah meninggal sejak April, menurut Asosiasi Medis India. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s