Risiko Infeksi Meningkat saat Menstruasi, Kenali Cara Mencegahnya

Berandasehat.id – Meski pengetahuan mengenai Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) sangat penting bagi perempuan, data menunjukkan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang tahu apa yang harus dilakukan pada saat menarke (haid pertama kali).  Data menyebut, hanya 6 dari 10 anak yang bertanya mengenai menstruasi ke ibunya. Ironisnya ibu justru menjadi sumber stigma, mitos, kepercayaan dan miskonsepsi yang merugikan kesehatan perempuan. 

Selain itu, data menunjukkan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mengganti pembalut setiap 4-8 jam, sisanya mengganti pembalut 2 kali sehari; dan hanya 5 dari 10 anak perempuan yang mencuci tangannya sebelum dan sesudah mengganti pembalut. 

Menandai Hari Kebersihan Menstruasi yang diperingati setiap 28 Mei, Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia dan Mundipharma Indonesia menyelenggarakan Webinar ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ yang diikuti oleh 1.000 perempuan Indonesia.

Anggota Pengurus Besar Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(K), MPH menjelaskan pada saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina, akibat turunnya tingkat keasaman vagina karena keberadaan darah haid. “Penting untuk menerapkan MKM di antaranya membersihkan vagina secara benar, teliti dan berkala; menggunakan air bersih mengalir dengan cairan pembersih antiseptik kewanitaan yang sesuai dengan pH (tingkat keasaman) vagina dan dapat digunakan saat menstruasi,”ujar Prof Ovy di acara webinar yang dihelat Kamis (27/5).  “Saat haid gunakan pembalut bersih dan dapat menyerap darah dengan baik dan gantilah pembalut secara teratur minimal setiap 4 jam sekali.”

Tidak hanya pada saat menstruasi, perawatan area vagina juga harus diperhatikan setiap hari. Hal ini untuk menjaga kesehatan dan menghindari masalah seperti keputihan, gatal, bau tidak sedap, peradangan, hingga pencegahan penyakit serius seperti kanker serviks. “Merawat vagina sangatlah mudah, yaitu dengan membasuh vagina dengan air mengalir setelah buang air kecil dan besar; hindari membersihkan vagina dengan sabun mandi, melainkan gunakan pembersih kewanitaan yang sesuai dengan pH vagina dan mendukung flora normal di area kewanitaan,” beber Prof Ovy.

“Saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena bertambahnya jumlah bakteri buruk di vagina, akibat turunnya tingkat keasaman vagina karena keberadaan darah haid”

Prof Ovy menambahkan pentingnya cuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan vagina, kenakan celana dalam berbahan katun serta ganti celana dalam saat terasa lembab atau basah. “Bagi perempuan yang sudah kontak seksual dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear atau IVA secara teratur untuk mendeteksi kelainan pada servks (leher rahim),” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Dwi Oktavia Handayani, M. Epid mengatakan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta terus melakukan edukasi mengenai MKM, salah satunya melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang menyasar anak usia sekolah dan remaja. Kami juga mendorong masyarakat luas untuk aktif mencari informasi kesehatan yang benar termasuk mengenai MKM kepada tenaga kesehatan terdekat.

Ibu Sumber Utama Diskusi Menstruasi dengan Anak

Ibu perlu melakukan diskusi menstruasi dengan anak perempuan bahkan sebelum si anak mencapai usia pubertas. Menurut Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Jakarta, Anna Surti Ariani, anak perempuan yang tak pernah melakukan pembicaraan tentang menstruasi cenderung merasa takut, malu dan bingung saat menarke. 

Padahal jika ibu meluangkan waktu untuk membicarakan hal ini dengan putrinya, banyak manfaat yang didapat, antara lain kesehatan reproduksi yang lebih baik serta kedekatan ibu dan anak. “Untuk bisa membicarakan mesntruasi dengan anak, ibu perlu membekali diri dengan pengetahuan tentang cara membicarakan haid agar informasi yang disampaikan tepat dan mudah dipahami anak,” ujar Nina.

Berikut adalah tips untuk mendiskusikan menstruasi dengan anak:

1. Ibu adalah sosok yang diharapkan membicarakan menstruasi, jadi bekali diri dengan informasi yang benar.

2. Buang pemikiran bahwa bicara menstruasi itu tabu, sebaliknya justru penting melakukannya.

3. Jangan berpikir bahwa topik menstruasi bisa dibicarakan dalam satu kali pertemuan, lakukan berulang kali secara bertahap.

4. Bersikap positif karena isu menstruasi bisa sensitif buat anak perempuan.

5. Lebih baik banyak bertanya dan mendengarkan, daripada langsung menceramahi.

6. Jelaskan secara kongkrit dengan gambar dan benda yang digunakan.

9. Berikan pemahaman kepada anak laki-laki, supaya mereka dapat menghormati/membantu perempuan yang sedang menstruasi. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s