Ilmuwan Temukan Obat yang Efektif Obati Infeksi Covid-19

Berandasehat.id – Ilmuwan terus mengembangkan obat yang dapat melawan infeksi virus penyebab COVID-19. Data terbaru menyebut obat yang disebut diABZI, yang bekerja dengan mengaktifkan respons imun bawaan tubuh, sangat efektif dalam mencegah COVID-19 parah pada tikus yang terinfeksi SARS-CoV-2, menurut para ilmuwan di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania. 

Temuan yang diterbitkan Mei 2021 di Science Immunology, menunjukkan bahwa diABZI juga dapat mengobati virus corona pernapasan lainnya. “Beberapa obat telah diidentifikasi sebagai pengubah permainan dalam memblokir infeksi SARS-CoV-2. Makalah ini adalah yang pertama menunjukkan bahwa mengaktifkan respons kekebalan dini secara terapeutik dengan dosis tunggal adalah strategi yang menjanjikan untuk mengendalikan virus, termasuk varian di Afrika Selatan, yaitu B.1.351, yang telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia,” kata penulis senior Sara Cherry, Ph.D., seorang profesor Patologi dan Kedokteran Laboratorium dan direktur ilmiah dari High-Throughput Screening (HTS) Core di Penn Medicine dikutip MedicalXpress. 

“Pengembangan antivirus yang efektif sangat dibutuhkan untuk mengendalikan infeksi dan penyakit SARS-CoV-2, terutama karena varian virus yang berbahaya terus bermunculan.” imbuhnya.

Virus SARS-CoV-2 awalnya menargetkan sel epitel di saluran pernapasan. Sebagai garis pertahanan pertama melawan infeksi, sistem kekebalan bawaan saluran pernapasan mengenali patogen virus dengan mendeteksi pola molekulernya. Cherry dan tim peneliti pertama kali berusaha untuk lebih memahami efek ini dengan mengamati garis sel paru-paru manusia di bawah mikroskop yang telah terinfeksi SARS-CoV-2. 

Mereka menemukan bahwa virus mampu bersembunyi, menunda pengenalan dan tanggapan awal sistem kekebalan. Para peneliti memperkirakan bahwa mereka mungkin dapat mengidentifikasi obat — atau molekul kecil dengan sifat seperti obat — yang dapat memicu respons kekebalan dalam sel pernapasan lebih awal dan mencegah infeksi SARS-CoV-2 yang parah.

Guna mengidentifikasi agonis antivirus yang akan memblokir infeksi SARS-CoV-2, para peneliti melakukan skrining 75 obat yang menargetkan jalur penginderaan di sel paru. Mereka memeriksa efeknya pada infeksi virus di bawah mikroskop dan mengidentifikasi sembilan kandidat — termasuk dua dinukleotida siklik (CDN) —yang secara signifikan menekan infeksi dengan mengaktifkan STING (simulasi gen interferon). 

Karena CDN memiliki potensi rendah, menurut Cherry, dia dan timnya memutuskan untuk juga menguji agonis STING molekul kecil yang baru dikembangkan yang disebut diABZI, yang tidak disetujui oleh Food and Drug Administration tetapi saat ini sedang diuji secara klinis terkait percobaan untuk mengobati beberapa jenis kanker. 

Para peneliti menemukan bahwa diABZI secara potensial menghambat infeksi SARS-CoV-2 dari berbagai jenis, termasuk varian yang menjadi perhatian (variant of concern) B.1.351, dengan menstimulasi pensinyalan interferon.

Terakhir, peneliti menguji keefektifan diABZI pada tikus transgenik yang telah terinfeksi SARS-CoV-2. Karena obat dibutuhkan untuk mencapai paru, diABZI diberikan melalui nasal. Tikus yang diobati diABZI menunjukkan penurunan berat badan yang jauh lebih sedikit daripada tikus kontrol, juga pengurangan viral load secara signifikan di paru dan lubang hidung, dan meningkatkan produksi sitokin. Semua itu mendukung temuan bahwa diABZI merangsang interferon untuk kekebalan pelindung.

Cherry mengatakan bahwa temuan riset menjanjikan bahwa diABZI dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk SARS-CoV-2 yang dapat mencegah gejala COVID-19 yang parah dan penyebaran infeksi. Selain itu, karena diABZI telah terbukti menghambat virus para-influenza manusia dan replikasi rhinovirus dalam sel yang dikultur, agonis STING mungkin lebih efektif secara luas melawan virus pernapasan lainnya.

“Kami sekarang menguji agonis STING ini terhadap banyak virus lain,” kata Cherry. “Sangat penting untuk diingat bahwa SARS-CoV-2 tidak akan menjadi virus corona terakhir yang akan kita lihat dan (karenanya kita)  akan membutuhkan perlindungan.” (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s