FDA Setujui Obat Penurun Berat Badan, Disebut sebagai ‘Pengubah Permainan’ Potensial

Berandasehat.id – Industri penurunan berat badan tampaknya selalu menarik perhatian. Sejumlah orang berjuang untuk menurunkan kelebihan berat, khususnya di masa pandemi dengan terbatasnya aktivitas fisik karena harus lebih banyak tinggal di rumah. Terkait dengan hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) telah menyetujui obat untuk membantu penurunan berat badan orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas.

Obat ini, semaglutide, menginduksi penurunan berat badan dengan mengurangi rasa lapar, meningkatkan perasaan kenyang, dan dengan demikian membantu orang makan lebih sedikit dan mengurangi asupan kalori mereka, demikian  menurut pernyataan perusahaan. Novo Nordisk berencana untuk meluncurkan obat tersebut, yang diberi nama merek Wegovy, akhir bulan ini di Amerika Serikat.

Obat penurun berat badan itu  saat ini tengah ditinjau oleh European Medicines Agency.

Beberapa ahli mengatakan bahwa obat ini berpotensi mengubah perawatan pasien secara serius dalam hal penurunan berat badan.

Uji Klinis Obat Penurun Berat Badan

Keputusan FDA itu didasarkan pada hasil dari empat uji klinis fase III yang menguji keamanan dan efikasi pada lebih dari 4.500 orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Peserta ujicoba menerima rencana makan yang dikurangi kalorinya dan peningkatan aktivitas fisik atau intervensi gaya hidup plus semaglutide.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, The Lancet , dan JAMA pada Februari dan Maret 2021, mengungkap dalam tiga dari empat percobaan individu dengan kelebihan berat badan dan obesitas, mereka yang berada dalam kelompok semaglutide mengalami penurunan berat badan 15% hingga 18% selama 68 minggu. 

Kabar baik lainnya adalah dosis ditoleransi dengan baik. Efek samping yang paling umum adalah gastrointestinal, dengan tingkat ringan hingga sedang.

Rekan penulis percobaan pertama, Rachel Batterham, PhD, dari Pusat Penelitian Obesitas di University College London, mengatakan pada saat publikasi bahwa temuan penelitian ini merupakan terobosan besar untuk meningkatkan kesehatan orang dengan obesitas. “Tidak ada obat lain yang mendekati tingkat penurunan berat badan ini. Dengan kata lain ini benar-benar pengubah permainan. Untuk pertama kalinya, orang dapat mencapai melalui obat apa yang hanya mungkin melalui operasi penurunan berat badan,” ujarnya.

Diundang untuk mengomentari persetujuan FDA, Thomas A. Wadden, PhD, dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania, dan penulis utama percobaan ketiga, mengatakan dalam email bahwa semaglutide tampaknya menjadi terobosan dalam manajemen berat badan yang sudah ditunggu oleh penyedia layanan kesehatan dan pasien obesitas.

Namun demikian ada kekhawatiran mengenai cakupan dan harga asuransi, yang berpotensi menghalangi penggunaan obat tersebut. “Saya berharap jutaan orang – di AS dan di seluruh dunia – yang dapat memperoleh manfaat dari pengobatan ini pada akhirnya akan memiliki akses ke sana,” kata Wadden. “Di Amerika cakupan obat anti-obesitas oleh perusahaan asuransi dan pengusaha perlu ditingkatkan untuk memastikan hal ini terjadi, dan obatnya harus diberi harga yang wajar. Perubahan ini sangat penting untuk menjadikan obat ini sebagai pengubah permainan.”

“Persetujuan ini merupakan perkembangan penting,” imbuh Scott Kahan, MD, direktur National Center for Weight and Wellness di, Washington, D.C., yang tidak terlibat dalam uji klinis obat tersebut, mengatakan hal yang sama kepada Medscape Medical News.

“Di bidang dengan pilihan pengobatan yang relatif sedikit, ketersediaan agen farmakoterapi obesitas tambahan disambut baik,” katanya. “Secara khusus, semaglutide telah menunjukkan kemanjuran dan keamanan data yang mengesankan; karena itu harus menjadi pilihan klinis yang berharga bagi banyak pasien.”

Kahan memperingatkan, meskipun obat itu bisa menjadi pilihan yang layak bagi banyak pasien, akses ke perawatan obesitas secara tradisional menjadi tantangan. “Obat obesitas Novo Nordisk lainnya, Saxenda, telah menjadi alat yang berharga, tetapi sangat sedikit pasien yang dapat menggunakannya karena penggantian asuransi yang minimal dan biaya yang sangat tinggi,” katanya. 

“Masih harus dilihat bagaimana semaglutide dapat diakses oleh pasien,” mbuh Kahan. “Namun, jika tantangan cakupan yang terbatas dan biaya tinggi dapat diatasi, obat ini memiliki peluang untuk mengubah secara signifikan paradigma perawatan saat ini, yang selama ini mencakup minimal penggunaan farmakoterapi di luar klinik khusus,” tandas Kahan. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s