Ilmuwan Kembangkan Teknologi untuk Minimalkan Luka Kaki Diabetes

Berandasehat.id – Jutaan orang dengan diabetes berisiko terkena ulkus (borok) pada kaki, yang sering menyebabkan amputasi dan komplikasi kesehatan lainnya. Kini, ilmuwan dari Pusat Teknologi Biomekanik dan Rehabilitasi (CRBT) telah mengembangkan metode baru untuk mendeteksi risiko ini secara andal tanpa memerlukan sensor elektronik yang rumit di dalam sepatu.

Dr. Panagiotis Chatzistergos, Associate Professor di Orthopedic Biomechanics, menjelaskan di Inggris saja, 169 orang harus merelakan ari kaki, kaki atau anggota tubuh yang diamputasi akibat diabetes setiap minggu. “Namun yang terpenting hingga 80% dari amputasi ini dapat dicegah dengan manajemen yang benar,” ujarnya. “Kelebihan beban rutin pada telapak kaki selama aktivitas sehari-hari dapat memicu timbulnya borok/luka pada kaki, sehingga sangat penting untuk mengidentifikasi area mana di telapak kaki yang paling terpengaruh.”

Metode umum itu melibatkan penilaian tekanan plantar guna meresepkan alas kaki atau sol khusus, namun banyak dokter tidak dapat menggunakan ini karena mahal dan sulit digunakan. Dr. Chatzistergos dan rekan-rekannya telah mengembangkan konsep baru untuk mengatasi masalah ini: Menggunakan cetakan 3D, struktur yang dapat disesuaikan yang akan membantu dokter lebih memahami penyebab perkembangan ulkus dan mengarah pada peningkatan hasil pasien.

Dr. Chatzistergos, yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan studi yang dilakukan telah menunjukkan metode untuk mendeteksi kelebihan beban secara andal menggunakan teknik non-elektronik berbiaya rendah. “Kami telah menggunakan struktur dinding tipis cetak 3D yang mengubah sifat-sifatnya ketika berulang kali dimuat di atas atau di bawah ambang batas yang dapat disetel. Kami percaya bahwa ini adalah langkah perubahan dari praktik saat ini,” ujarnya.

Cara kerjanya: Pasien diminta untuk memakai sol sensor di alas kaki sehari-hari mereka untuk jangka waktu yang disarankan, misalnya sehari atau seminggu, sebelum mengembalikannya untuk dianalisis. Selama analisis insole sensor, area plantar yang secara rutin mengalami tekanan yang lebih tinggi akan diidentifikasi, dibandingkan dengan area yang tekanannya di bawah ambang batas tersebut.

Konsep di balik karya tersebut, yang dipublikasikan di Royal Society Open Science, telah sepenuhnya dikembangkan di Staffordshire University dan hak kekayaan intelektual untuk ini telah dilindungi.

Profesor Nachi Chockalingam, Direktur CRBT yang ikut menulis penelitian ini, mengatakan penilaian tekanan plantar adalah umum di antara praktik klinis dan berkontribusi pada resep sol dan alas kaki. Namun, teknologi saat ini mahal dan sulit digunakan di klinik sehari-hari.

“Setiap tahun lebih dari 26 juta orang di seluruh dunia menderita ulkus kaki diabetik dan insiden ulkus kaki seumur hidup di negara berkembang lebih dari 20% di antara penderita diabetes. Menetapkan metode murah untuk membantu mencegah ulkus kaki akan mengurangi beban sosial ekonomi global dari diabetes dan akhirnya menyelamatkan nyawa. Konsep yang dilaporkan dalam makalah ini, dengan pengembangan lebih lanjut, memiliki potensi untuk mengubah manajemen klinis risiko ulkus kaki di seluruh dunia,” tandas Profesor Nachi. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s