Siapa bilang anak-anak relatif aman dari wabah COVID, meskipun terinfeksi sifatnya hanya ringan? Studi menemukan, risiko yang lebih tinggi untuk penyakit COVID-19 yang parah dapat ditemukan di antara anak-anak dengan kompleksitas medis dan kondisi tertentu yang sudah ada (penyakit penyerta/komorbid), demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan online JAMA Network Open, 7 Juni 2021.

Lyudmyla Kompaniyets, Ph.D., dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC)  di Atlanta, dan rekan meneliti risiko penyakit COVID-19 parah di antara anak-anak yang terkait dengan kondisi medis yang mendasari dan kompleksitas medis. Analisis tersebut mencakup pertemuan di departemen darurat atau rawat inap (Maret 2020 hingga Januari 2021) yang terekam dalam basis data Premier Healthcare Database Special COVID-19 Release dari 800 rumah sakit (43.465 pemuda dengan COVID-19).

Para peneliti menemukan bahwa 28,7 persen pasien memiliki penyakit penyerta, paling sering asma (10,2 persen), gangguan perkembangan saraf (3,9 persen), gangguan yang berhubungan dengan kecemasan dan ketakutan (3,2 persen), gangguan depresi (2,8 persen), dan obesitas (2,5 persen). 

Rawat inap paling kuat terkait dengan diabetes tipe 1 (rasio risiko yang disesuaikan [aRR], 4,60) dan obesitas (aRR, 3,07), sedangkan faktor risiko terkuat untuk penyakit COVID-19 yang parah adalah diabetes tipe 1 (aRR, 2,38) dan penyakit jantung dan pembuluh darah atau anomali kongenital peredaran darah (aRR, 1,72).

Pada anak di bawah 2 tahun, prematuritas merupakan faktor risiko penyakit COVID-19 yang parah (aRR, 1,83). Penyakit kronis dan kronis kompleks merupakan faktor risiko rawat inap, dengan aRR masing-masing 2,91 dan 7,86, serta untuk penyakit COVID-19 yang parah, dengan aRR masing-masing 1,95 dan 2,86.

“Upaya pencegahan kesehatan masyarakat dan prioritas vaksin mungkin mempertimbangkan potensi penyakit COVID-19 yang parah di antara anak-anak dengan kondisi medis dan penyakit kronis yang mendasarinya,” simpul peneliti dilaporkan MedicalXpress. (BS)