Sanggupkah Vaksin AstraZeneca Lawan Varian Covid-19 Delta dan Kappa?

Berandasehat.id – Vaksin COVID-19 yang dibuat oleh AstraZeneca dan aliansi Pfizer-BioNTech  tetap efektif secara luas terhadap varian virus Delta dan Kappa penyebab COVID-19 – yang pertama kali diidentifikasi di India – demikian menurut sebuah studi ilmiah. Hal ini memberikan dorongan untuk secara aktif melakukan vaksinasi kepada masyarakat agar mencapai cakupan 70% sehingga diharapkan tercapai kekebalan kelompok.

Studi yang dilakukan peneliti Universitas Oxford, yang diterbitkan dalam jurnal Cell, menyelidiki kemampuan antibodi dalam darah dari orang-orang yang divaksinasi dengan rejimen dua suntikan, untuk menetralkan varian Delta dan Kappa yang sangat menular. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa generasi vaksin saat ini akan ‘gagal’ memberikan perlindungan terhadap garis keturunan B.1.617,” kata jurnal, mengacu pada varian Delta dan Kappa dengan kode yang umum digunakan.

Namun diakui bahwa konsentrasi antibodi penetral dalam darah agak berkurang, yang dapat menyebabkan beberapa infeksi.

Pekan lalu, analisis oleh Public Health England (PHE) menunjukkan bahwa vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dan AstraZeneca menawarkan perlindungan tinggi lebih dari 90% terhadap rawat inap dari varian Delta. 

“Kami didorong untuk melihat hasil non-klinis yang diterbitkan dari Oxford dan data ini, di samping analisis awal dunia nyata baru-baru ini dari Public Health England, memberi kami indikasi positif bahwa vaksin kami dapat memiliki dampak signifikan terhadap varian Delta,” kata CEO AstraZeneca Mene Pangalos dalam sebuah pernyataan terpisah.

Para peneliti Oxford juga menganalisis kemungkinan infeksi ulang pada orang yang sebelumnya terpapar COVID-19.

Melihat kemampuan antibodi dalam sampel darah mereka untuk menetralkan varian, risiko infeksi ulang dengan varian Delta muncul sangat tinggi pada individu yang sebelumnya terinfeksi oleh garis keturunan Beta dan Gamma yang muncul di Afrika Selatan dan Brasil.

Sebaliknya, infeksi sebelumnya dengan varian Alpha, atau B117, yang pertama kali terdeteksi di Inggris, memberikan perlindungan silang yang “masuk akal” terhadap semua varian yang menjadi perhatian (Variant of Concern). “B117 mungkin menjadi kandidat vaksin varian baru untuk memberikan perlindungan seluas-luasnya,” kata para peneliti, dilaporkan Reuters, 22 Juni 2021.

Analisis ilmiah baru, yang diterbitkan oleh Public Health England, telah menemukan bahwa dua dosis vaksin Covid-19 sangat efektif dalam mencegah rawat inap karena B.1.617.2, yang sekarang dikenal sebagai varian Delta. Hal yang perlu dicatat, peneliti menekankan, vaksin itu tidak menunjukkan kematian di antara mereka yang divaksinasi.

Analisis tersebut memberikan data efektivitas dua vaksin. Vaksin mRNA Pfizer-BioNTech ditemukan 96% efektif dalam mencegah rawat inap setelah dua dosis. Vaksin Oxford-AstraZeneca ditemukan 92% efektif setelah dua dosis. Versi India dari vaksin ini, Covishield dari Serum Institute, adalah salah satu vaksin yang diberikan di negara tersebut.

Para peneliti dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, London and Guys, dan St Thomas’s Hospital NHS Trust, London, menghubungkan semua kasus Covid-19 yang bergejala antara 12 April dan 4 Juni 2021 dengan Emergency Care Dataset (ECDS) yang mencatat semua penerimaan melalui departemen darurat di Inggris. Analisis tersebut mencakup 14.019 kasus varian Delta – 166 di antaranya dirawat di rumah sakit.

Analisis menunjukkan bahwa efektivitas vaksin dalam mencegah rawat inap pasien terinfeksi varian Delta serupa dengan yang terlihat dengan Alpha — (94%) setelah dosis pertama dan 96% setelah dosis kedua vaksin Pfizer; dan 71% setelah dosis pertama dan 92% setelah dosis kedua vaksin Oxford-AstraZeneca.

Temuan ini menunjukkan tingkat perlindungan yang sangat tinggi terhadap rawat inap dengan varian Delta dengan 1 atau 2 dosis vaksin, demikian simpul para peneliti dalam makalah, yang belum ditinjau oleh rekan sejawat. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s