Kendalikan Lonjakan Covid-19, Begini yang Perlu Dilakukan Pemerintah dan Masyarakat

Berandasehat.id – Indonesia membukukan kenaikan jumlah positif 34.379 pada 7 Juli 2021, dan menjadikan kasus total menjadi 2.379.397 sejak pertama terkonfirmasi pada 2 Maret 2020.  Tambahan kasus pada hari ini merupakan rekor tertinggi di Indonesia sejak pandemi COVID-19 melanda. Jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal juga bertambah 1.040, sehingga jumlah kematian total kini 62.908 orang. Menurut data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penambahan tertinggi ada di DKI Jakarta sebanyak 9.366 kasus, disusul Jawa Barat dengan 8.591 kasus dan Jawa Tengah dengan 3.823 kasus. Hingga hari ini, pemerintah telah memeriksa 20.982.248 spesimen COVID-19 dari 14.095.904 orang.

Kebijakan PPKM Darurat dinilai krusial di tengah melonjaknya angka kenaikan kasus COVID-19 dan munculnya varian virus COVID-19 baru (Alpha, Beta, Delta dan Kappa) yang diyakini lebih menular dan menimbulkan gejala berat pada pengidapnya. Di masa PPKM Darurat, pemerintah memperkuat 3T (testing, tracing, treatment) dengan target positivity rate kurang dari 5% serta tracing mengincar 15 pelacakan kontak erat. Selain itu, pemerintah juga melakukan percepatan vaksinasi.

Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, di masa pandemi COVID-19 diperlukan langkah-langkah dalam memutus rantai transmisi penyakit, salah satunya dengan pelacakan kontak (contact tracing). “Bagi kasus terkonfirmasi positif harus menjalani karantina/isolasi mandiri guna memutus rantai penyebaran,” ujarnya pada Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (7/7).

Presiden Joko Widodo menginstruksikan Kemenkes untuk mempertahankan laju 1 juta dosis vaksinasi per hari selama bulan Juli, bahkan di masa PPKM Darurat untuk membendung penularan virus corona varian Delta yang jauh lebih menular. Menyikapi hal ini, Siti Nadia mengatakan, selama Juni 2021 terjadi peningkatan kasus COVID19 luar biasa, jauh melebihi  Desember 2020 – Januari 2021. “Angka positif harian saat ini mencapai 28-30 ribu kasus, yang sangat dimungkinkan disebabkan oleh varian Delta. Varian yang mendapat julukan Variant of Concern ini mendominasi di Pulau Jawa, dengan penularan sangat cepat yaitu 5 sampai 8 kali lebih menular dibanding varian asli di Wuhan dengan penularan 2,5 sampai 3 kali, sehingga penting menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama,” ujarnya.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mematuhi PPKM Darurat karena sisi hulunya memegang peran penting agar memberikan kesempatan kepada orang-orang yang sudah terinfeksi dengan gejala berat /kritis bisa maksimal dilayani. “Dengan lonjakan kasus yang besar saat ini, mematuhi PPKM Darurat dapat memberikan peluang bagi nakes bekerja optimal di tengah beban kasus yang tinggi,” beber Nadia.

Dia menandaskan, vaksinasi salah satu cara untuk kendalikan laju penularan COVID-19. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendorong akselerasi vaksinasi. Makin banyak orang yang tertular, maka varian baru berpotensi muncul, oleh karena itu vaksinasi harus digencarkan,” ujar Nadia. Target 1  juta vaksinasi per hari di bulan Juli 2021 diharapkan tercapai dengan tambahan 31 juta dosis vaksin COVID-19. “Artinya, stok cukup banyak makanya bisa akselerasi vaksinasi. Orang yang sudah mendapat vaksin makin kecil penularannya dan memperkecil munculnya varian baru.”

Selama Juni 2021 terjadi peningkatan kasus COVID-19 yang luar biasa, jauh melebihi Desember 2020 – Januari 2021. “Angka positif harian saat ini mencapai 28-30 ribu kasus, yang sangat dimungkinkan disebabkan oleh varian Delta yang mendominasi pulau Jawa. Penularan varian Delta sangat cepat yaitu 5 sampai 8 kali lebih menular dibanding varian asli dengan penularan 2,5 sampai 3 kali,” kata Nadia.

Kemunculan Varian Virus Dipengaruhi Perilaku Manusia

Ketua Tim Peneliti  Whole Genome Sequence (WGS) SARS-CoV2 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMKM UGM) dr Gunadi, PhD, SpBA mengatakan kemunculan Variant of Interest dan Variant of Concern dipengaruhi perilaku manusia sebagai inangnya. “Pelanggaran prokes, tidak divaksinasi, interaksi sosial yang sangat masif merupakan sarana kemunculan varian baru,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan genome sequencing, varian Delta ini menguasai 17,7% varian yang bertransmisi di Indonesia. Sedangkan varian Alpha dan Beta hanya di bawah 2%. Jadi jelas eskalasi kasus COVID-19 di Indonesia dipicu oleh varian Delta.

Di kesempatan yang sama, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Ngabila Salama, MKM, mengatakan saat ini kasus COVID-19 di DKI Jakarta ibarat fenomena gunung es. “Berdasarkan Infection Fatality Rate yang mencapai 0,5-1%, kemungkinan ada 1,1 hingga 2,3 juta orang telah terpapar COVID-19 di DKI Jakarta,” ujarnya.

Menyoroti varian Delta yang cepat menular dan menyebabkan angka rawat inap di rumah sakit yang tinggi, Ngabila mengakui di DKI Jakarta angka positif naik dua kali lipat. “Berdasarkan pengujian genome sequencing sekitar 3000 sampel di DKI Jakarta, 11% di antaranya Variant of Concern, termasuk dalam hal ini varian Delta,” ujarnya.

Namun demikian Gunadi menyebutkan, vaksin COVID-19 sejauh ini dapat melawan varian Delta. Riset terbaru yang dilakukan di Inggris menunjukkan efikasi vaksin dapat mencegah timbulnya gejala, dan mencegah rawat inap di RS hingga lebih 90%.

Karenanya, meski di tengah PPKM Darurat, Kemenkes mengimbau masyarakat tetap mendatangi sentra vaksinasi bagi yang sudah mendapatkan undangan atau melakukan pendaftaran online. “Selama PPKM Darurat, fasyankes atau sentra vaksinasi tetap buka dan layani vaksinasi. Kunci utama saat datangi pos vaksinasi adalah protokol kesehatan (prokes) yang ketat, hindari kerumunan. usai vaksinasi sebaiknya masyarakat langsung pulang ke rumah,” pesan Nadia.

Sejauh ini Indonesia telah berhasil memvaksinasi 32,3 juta dosis pertama dan 14 juta dosis kedua, dari target sasaran vaksinasi nasional 181,5 juta orang untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). “Vaksinasi efektif melawan varian virus COVID-19 yang bermutasi. Vaksinasi termasuk ikhtiar mencegah tertular Varian of Concern. Tidak perlu pilih-pilih vaksin, karena semua vaksin yang disetujui di Indonesia aman, halal dan berkualitas,” pungkas  Nadia. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s