Sudah Divaksinasi Lengkap Namun Rasakan Gejala Covid-19, Perlukah Dites?

Berandasehat.id – Bayangkan, semalam kamu mengalami sedikit pilek dan sakit tenggorokan. Ketika bangun pagi ini, muncul batuk dan demam. Dalam kurun setahun terakhir, pikiran kita pasti langsung mengarah ke COVID-19. Pertanyaan penting berikutnya adalah bila kamu sudah mendapatkan vaksinasi lengkap, haruskah tetap melakukan uji swab?

Menurut ahli penyakit menular jawabnya adalah Ya. Bagi siapa saja yang memiliki gejala COVID-19, mereka harus menjalani tes COVID-19 meskipun telah divaksinasi lengkap. Kabar baiknya: Mereka yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap umumnya tidak akan berisiko tinggi untuk dirawat di rumah sakit atau penyakit parah. Namun jika terinfeksi COVID-19 pasca-vaksinasi tetap dapat menularkan virus ke orang yang tidak divaksinasi, yang kemudian bisa membuat mereka jatuh sakit.

Vaksin Bekerja Namun Tidak 100% Efektif

Para peneliti telah mengembangkan beberapa vaksin COVID-19 yang luar biasa selama setahun terakhir. Efikasi tinggi vaksin-vaksin ini dalam lingkungan uji klinis yang dikontrol ketat sesuai dengan keefektifannya dalam kehidupan nyata. Vaksin mRNA yang dibuat oleh Pfizer dan Moderna tetap lebih dari 90% efektif dalam mencegah rawat inap atau kematian.

Namun, itu tidak berarti bahwa orang-orang bakal memiliki tingkat perlindungan yang sama dari infeksi. Penelitian terbaru memperkirakan bahwa vaksin mRNA menawarkan 70% hingga 85% perlindungan dari infeksi COVID-19. Sejauh ini ilmuwan tidak mengetahui apakah seseorang sepenuhnya terlindungi atau masih dapat mengembangkan kasus ringan jika terpapar virus corona. Jika memang terinfeksi, maka orang itu masih bisa menyebarkan virus. Dan itulah mengapa pengujian masih penting.

Kasus Terobosan COVID-19

Ketika seseorang terinfeksi virus corona setelah divaksinasi lengkap, ini disebut kasus terobosan. Kasus-kasus terobosan menunjukkan prinsip dasar penyakit menular — apakah seseorang terinfeksi atau tidak tergantung pada keseimbangan antara dua faktor: Intensitas paparan dan kompetensi kekebalan.

Intensitas paparan berkaitan dengan seberapa dekat orang yang tidak terinfeksi dengan individu yang menularkan – yang memuntahkan virus saat berbicara dan berapa lama kedua orang tersebut melakukan kontak. Sedangkan kompetensi kekebalan berkaitan dengan perlindungan bawaan tubuh terhadap COVID-19. Orang yang tidak divaksinasi yang belum pernah terinfeksi virus corona tidak memiliki perlindungan—ini adalah virus yang sama sekali baru—sementara orang yang divaksinasi penuh akan jauh lebih terlindungi.

Menurut CDC AS, per 30 April 2021, terdapat total 10.262 infeksi terobosan vaksin SARS-CoV-2 yang diketahui di negara bagian dan teritori AS. Ini biasanya kasus tanpa gejala atau hanya gejala ringan, dan sebagian besar tidak mengakibatkan rawat inap. 

Kasus terobosan akan terus terjadi, dan meskipun orang-orang ini cenderung tidak menyebarkan virus corona ke orang lain daripada individu yang tidak divaksinasi, namun peluang penularan tetap ada.

Dan bagaimana dengan varian SARS-CoV-2? Nah, dunia beruntung bahwa vaksin mRNA khususnya memberikan perlindungan yang signifikan terhadap semua varian utama yang telah muncul sejauh ini. Tetapi sangat mungkin bahwa pada titik tertentu jenis virus corona dapat bermutasi dan sebagian atau seluruhnya lolos dari perlindungan vaksin. Ini adalah alasan kuat orang yang merasakan gejala COVID-19 harus menjalani tes.

Ketika level vaksinasi meningkat dan jumlah kasus harian turun, tetap perlu untuk terus mengawasi virus corona. Pengujian COVID-19 memungkinkan pejabat untuk melacak berapa banyak virus dalam suatu komunitas, dan hasil tes positif dapat membantu orang agar menjalani karantina sebelum tanpa sadar menyebarkan virus ke orang lain. Kesimpulannya: Lakukan tes jika memiliki gejala yang mengkhawatirkan, bahkan jika sudah divaksinasi lengkap, demikian MedicalXpress.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s