Pfizer-BioNTech Siap Kembangkan Vaksin Khusus untuk Lawan Mutasi Virus Covid-19

Berandasehat.id – Meskipun semakin banyak bukti bahwa vaksin BNT162b2 yang sudah dirilis berkhasiat dan mampu melawan varian Delta, Pfizer-BioNTech tetap mengumumkan rencana mereka untuk mengembangkan versi baru vaksin COVID-19 yang menargetkan varian SARS-CoV-2 yang beredar cepat.

Dalam sebuah laporan, pembuat vaksin kolaboratif  Amerika – Jerman berbagi niat untuk memulai uji klinis vaksin yang dirancang untuk mencegah infeksi dari varian Delta pada Agustus mendatang. Keputusan itu datang pada saat kekhawatiran mengenai transmisi varian Delta yang telah memicu kenaikan kasus COVID-19 di berbagai negara. Varian Delta telah diidentifikasi di hampir 100 negara pada pekan lalu. Negara bagian AS dengan tingkat vaksinasi COVID-19 dewasa yang lebih rendah telah melaporkan lonjakan kasus baru mingguan hingga 50.000. Di AS, secara keseluruhan, kasus baru meningkat hampir 40% dalam 2 minggu yang digerakkan oleh varian Delta.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa vaksin mRNA yang tersedia BNT162b2 dan mRNA-1273 Moderna telah mempertahankan sekitar 90% efikasi terkait pencegahan gejala COVID-19 terhadap varian yang lebih menular.

Selain itu, FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merilis pernyataan bersama yang menegaskan kembali khasiat vaksinasi penuh terhadap kasus COVID-19 yang parah dan kematian, termasuk varian Delta yang tengah beredar luas.

“Hampir semua rawat inap dan kematian COVID-19 termasuk di antara mereka yang tidak divaksinasi,” bunyi pernyataan bersama FDA dan CDC. “Namun orang Amerika yang telah divaksinasi lengkap tidak memerlukan suntikan booster saat ini.”

Pernyataan itu mencatat bahwa sejumlah lembaga, serta National Institutes of Health (NIH), terlibat dalam proses ketat berbasis sains untuk mempertimbangkan perlunya dosis vaksin penguat (booster) COVID-19—dengan mempertimbangkan uji laboratorium, uji klinis, dan data kelompok. 

“Kami siap untuk dosis booster jika dan ketika ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa mereka dibutuhkan,” pernyataan itu menyimpulkan.

Bersamaan dengan penilaian vaksin sentris varian Delta yang diumumkan, Pfizer-BioNTech melaporkan hasil awal dari penilaian dosis booster BNT162b2, menunjukkan bahwa orang yang menerima dosis ketiga 6 bulan setelah suntikan dosis kedua, melaporkan peningkatan antibodi hingga 10 kali lipat terhadap yang asli SARS-CoV-2, serta varian Beta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s