Berandasehat.id – Selama pandemi COVID-19 para ahli menyarankan agar kita banyak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan menambahnya dengan suplemen untuk mendorong imunitas tubuh. Ada sejumlah suplemen yang direkomendasikan oleh para ahli untuk dikonsumsi harian saat wabah COVID-19 yang digerakkan oleh varian Delta kian mengganas. 

Medical Daily merekomendasikan sejumlah vitamin dan mineral yang perlu dikonsumsi oleh masyarakat, termasuk pasien COVID-19 dengan gejala ringan yang tengah melakukan isolasi mandiri:

1. Propolis

Propolis diproduksi oleh lebah madu. Bahan ini memiliki sifat meningkatkan kekebalan dan efek antivirus potensial. Simulasi molekuler telah menunjukkan bahwa propolis mungkin berperan dalam menghambat fusi lonjakan virus dalam sel inang yang memicu badai sitokin. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mendapat manfaat dari penggunaan propolis dalam hal pemulihan lebih cepat dan pemulangan lebih awal. Lebih banyak penelitian harus dilakukan untuk membuktikan pentingnya propolis dalam memerangi COVID-19.

2. Selenium

Selenium adalah elemen yang mengambil bentuk organik dan anorganik. Beberapa bentuk kimia dari elemen ini mungkin berbahaya bagi manusia. Sifat obat dari bentuk selenium yang aman berkontribusi pada peningkatan kesehatan kekebalan tubuh. Studi pada hewan menunjukkan bahwa suplemen selenium dapat meningkatkan pertahanan antivirus terhadap beberapa jenis influenza, seperti H1N1.

3. Echinacea

Suplemen echinacea dapat membantu meringankan gejala infeksi saluran pernapasan akut, serta flu biasa, karena dikonsumsi pada tahap awal. Studi menunjukkan bahwa bahan herbal ini dapat mengurangi keparahan infeksi pernapasan akut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa echinacea menghambat perkembangan badai sitokin dan Sindrom Gangguan Pernafasan Akut (ARDS), yang menjadi faktor kematian pasien COVID-19. 

4. Zinc

Zinc atau seng adalah mineral yang membantu meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh. Sangat penting untuk menjaga kesehatan sistem kardiovaskular, reproduksi, dan saraf terutama di masa pandemi. Seng ditemukan dalam daging, kerang, dan kacang-kacangan. Vegetarian mungkin berisiko kekurangan seng karena makanan pokok seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan umbi-umbian (kentang, bit, wortel) mengandung fitat yang mengurangi penyerapan seng. Mineral ini memiliki efek antivirus dan dapat mempersingkat durasi flu biasa. Studi terbaru menunjukkan bahwa seng berpotensi memiliki sifat protektif terhadap COVID-19 karena mengurangi peradangan dan meningkatkan kekebalan antivirus.

5. Vitamin B Kompleks

Vitamin B memastikan berfungsinya sel dengan baik, membantu reaksi metabolisme, serta mendorong dalam produksi sel darah merah dan putih baru dan menjaga sel sehat (kulit, otak, dan jaringan tubuh). Vitamin B Kompleks memiliki potensi besar dalam melindungi dari COVID-19, dengan menjadi penengah dalam aktivasi yang tepat dari respons imun bawaan dan adaptif, meningkatkan fungsi pernapasan, menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi dan mencegah terlalu banyak pembekuan darah.

6. Vitamin C

Vitamin C atau asam askorbat membantu pertumbuhan, perkembangan dan perbaikan jaringan tubuh. Penting untuk mencegah infeks, vitamin C memiliki sifat antivirus, anti-peradangan, antioksidan dan imunomodulasi. Ketika seseorang mengalami stres fisiologis, terjadi penurunan kadar vitamin C diamati dalam darah. Telah ditemukan bahwa risiko pneumonia berkurang secara signifikan dengan suplementasi Vitamin C.

7. Vitamin D

Vitamin D adalah salah satu dari empat vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin penguat kekebalan terbaik yang dibutuhkan tubuh. Rendahnya tingkat vitamin ini dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi dan penyakit. Dengan sifat anti-peradangan dan imunoregulasi, vitamin D membantu mengaktifkan pertahanan kekebalan. Selain itu, membantu melawan infeksi pernapasan. 

Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa kadar 25-hidroksivitamin D dalam darah setidaknya 30 ng/mL tampaknya mengurangi risiko hasil yang parah pada pasien dengan gejala COVID-19. Vitamin D dapat diperoleh melalui paparan sinar matahari atau dari makanan seperti ikan berminyak dan daging merah. Cara lain adalah dengan mengonsumsi suplemen yang banyak tersedia di pasaran. (BS)