Tetap Sehat dan Produktif di Usia Lansia, Berikut Bekal yang Perlu Dipersiapkan

Berandasehat.id – Meningkatnya usia harapan hidup membawa implikasi jumlah populasi lansia di Indonesia semakin banyak. Seperti kita tahu, dengan bertambahnya usia sejumlah masalah kesehatan biasanya mulai menghinggapi kaum senior ini.

Ilustrasi healthy aging (dok. pixabay)

Diproyeksikan, populasi penduduk lansia akan mencapai hampir seperlima dari total penduduk Indonesia pada tahun 2045. Karenanya, penuaan pada lansia perlu menjadi perhatian tersendiri, mengingat kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi untuk mengidap penyakit tidak menular kronis, seperti anemia, hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, arthritis, stroke, serta obesitas. 

Dikatakan Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Basrowi, MKK, pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan peningkatan prevalensi kondisi kronis di antara populasi lanjut usia. “Lansia di Indonesia kebanyakan mengonsumsi makanan berkalori tinggi namun kurang protein, yang membuat berkurangnya massa otot pada kelompok ini,” ujar Ray dalam temu media daring yang dihelat Danone Specialized Nutrition Indonesia, Senin (26/7).

Intervensi pola makan, dengan mengacu pada Isi Piringku yang dimodifikasi penting diterapkan pada kelompok usia lanjut. Intervensi pola makan ini bisa dimulai saat menginjak usia 40 tahun. “”Memasuki usia 40 tahun umumnya metabolisme tubuh mulai melambat, sehingga pengaturan pola makan, dengan mengatur asupan kalori perlu dilakukan,” saran Ray.

Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik untuk meminimalkan potensi kegemukan. Kita tahu, kegemukan merupakan cikal bakal dari segala penyakit tidak menular yang rentan mengincar warga lanjut usia. Mengutip rekomendasi WHO, sebaiknya setiap orang melakukan aktivitas fisik selama 30 menit sehari. “Jadi ada pembakaran kalori sehingga tidak menumpuk menjadi lemak yang memicu kegemukan,” beber Ray.

Lebih lanjut Ray memaparkan, asupan nutrisi seperti intervensi nutrisi dalam bentuk produk pangan fungsional dan dukungan edukasi tentang konsep healthy aging (beranjak tua namun tetap sehat) merupakan dua komponen terpenting dalam memaksimalkan menua namun sehat. “Kedua faktor ini berperan untuk memastikan populasi dewasa muda Indonesia saat ini akan menjadi penduduk lanjut usia yang memiliki kualitas kesehatan yang baik serta tetap produktif di usia lanjut,” tutur Ray. 

Untuk itu, imbuh Ray, sebagai salah satu praktisi perawatan kesehatan lini pertama di Indonesia yang berinteraksi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada populasi dewasa secara langsung, dokter umum penting untuk dibekali dengan pengetahuan dan sikap yang memadai tentang penuaan yang sehat untuk memastikan kualitas layanan kesehatan di kalangan lansia.

Optimalkan Peran Dokter Umum

Sayangnya, peran dokter umum dalam membekali pengetahuan kepada kelompok lansia di Indonesia masih kurang, Hasil penelitian tim science Nutricia berjudul General Practitioners’ Perspective towards Healthy Ageing In Indonesia yang dipublikasikan di Amerta nutrition menemukan bahwa pengetahuan dokter umum terkait healthy aging masih belum optimal. 

Penelitian yang dilakukan pada 2020 tersebut menunjukkan bahwa hampir semua (92%) dokter umum yang menjadi responden memiliki sikap mendukung dalam memberikan nutrisi tambahan kepada orang dewasa untuk mendukung penuaan yang sehat. Namun dari segi pengetahuan, sekitar 67% responden menunjukkan hasil yang kurang memadai, terutama tentang perubahan psikologis yang terjadi pada orang dewasa. 

Dari bukti-bukti yang ada, diketahui bahwa intervensi nutrisi dapat bermanfaat bagi orang dewasa untuk menjaga kekebalan dan kesehatannya yang cenderung mengalami penurunan. Namun, intervensi nutrisi rutin sebagai suplementasi belum menjadi rekomendasi dari kebanyakan dokter umum. “Mengetahui fakta ini, diharapkan para dokter umum dapat mengusulkan identifikasi risiko nutrisi dan promosi perilaku diet sehat selama konsultasi bagi para pasien dewasa,” tutur Ray.

Ray menambahkan, agar konsep healthy aging dapat terus diterapkan oleh sebanyak mungkin masyarakat di Indonesia, penting juga untuk terus melakukan berbagai upaya dalam mengedukasi dokter umum tentang proses penuaan yang sehat guna meningkatkan sikap dan praktik dokter umum dalam pelayanan kesehatan serta intervensi nutrisi bagi pasien dewasa untuk mendukung keberhasilan pencapaian penuaan sehat di Indonesia. 

Untuk itu, Danone Indonesia akan terus berupaya untuk mendukung peningkatan kesehatan dan kualitas hidup populasi pre-senior dan senior di Indonesia, seperti melakukan kolaborasi lintas sektor bersama IMERI FKUI melalui Modul Healthy Aging untuk para dokter dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, serta terus memberikan edukasi nutrisi dan pola hidup sehat kepada konsumen, untuk melengkapi edukasi yang telah diberikan oleh tenaga kesehatan.

Di kesempatan yang sama Corporate Communication Director Danone Indonesia, Arif Mujahidin, menambahkan pertambahan usia memang tidak dapat dihindari. Namun, jika pertambahan usia tersebut dapat dipersiapkan dengan baik, maka akan dapat memiliki pengaruh pada tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup di usia tua nanti.

“Dengan begitu, adanya peningkatan jumlah lansia dapat memberikan kontribusi yang baik bagi negara apabila lansia Indonesia berada dalam keadaan sehat, mandiri, aktif dan produktif. Untuk itu, sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk mendukung kesehatan masyarakat melalui nutrisi berkualitas di berbagai tahapan kehidupan,” tandas Arif. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s