Orang yang Telah Divaksinasi 3 Kali Lebih Kecil Berisiko Tersenggol Covid-19

Berandasehat.id – Orang yang telah menerima 2 dosis vaksin COVID-19 memiliki peluang 3 kali lebih kecil untuk dites positif terkena virus corona daripada mereka yang tidak divaksinasi, demikian menurut peneliti dari Imperial College London.

Temuan ini berasal dari studi REACT-1, program pemantauan virus corona utama yang didasarkan pada tes swab (usab) yang dilakukan oleh hampir 100.000 orang di Inggris antara Juni dan Juli 2021 dan dipimpin oleh penyelidik dari Imperial College.

“Temuan ini mengonfirmasi data kami sebelumnya yang menunjukkan bahwa kedua dosis vaksin menawarkan perlindungan yang baik terhadap infeksi,” kata Paul Elliott, direktur studi REACT. 

“Namun kita juga dapat melihat bahwa masih ada risiko infeksi, karena tidak ada vaksin yang 100% efektif, dan kita tahu bahwa beberapa orang yang divaksinasi ganda masih bisa sakit karena virus,” ujar Elliott kepada Contagion.

Untuk penelitian ini, tim peneliti menganalisis tren prevalensi dan pemicunya menggunakan data positif swab transkripsi-polimerase (RT-PCR) dari putaran terakhir studi REACT, dengan swab dikirim ke sampel acak yang tidak tumpang tindih. penduduk usia 5 tahun ke atas di Inggris.

Putaran terakhir penelitian ini melibatkan 98.233 peserta yang melakukan swab di rumah dan sampelnya dianalisis dengan tes PCR.

Temuan menunjukkan bahwa dari peserta, 527 positif dan 254 berhasil dianalisis di laboratorium, menunjukkan 100% di antaranya adalah varian delta. Dari peserta yang tidak divaksinasi, ditemukan bahwa mereka memiliki prevalensi 3 kali lebih tinggi daripada mereka yang menerima 2 dosis vaksin.

Para peneliti menentukan bahwa individu yang divaksinasi memiliki risiko infeksi antara 50% hingga 60% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi berdasarkan data.

Selain itu, mereka yang menerima 2 dosis vaksin juga lebih kecil kemungkinannya untuk dites positif setelah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi penyakit tersebut.

“Varian Delta dikenal sangat menular, dan sebagai hasilnya kami dapat melihat dari data kami dan data lainnya bahwa terobosan infeksi terjadi pada orang yang divaksinasi lengkap,” beber Steven Riley, profesor dinamika penyakit menular di Imperial.

“Kita perlu lebih memahami bagaimana virus dapat menular ke orang yang divaksinasi lengkap yang terinfeksi, karena ini akan membantu untuk memprediksi situasi dengan lebih baik dalam beberapa bulan mendatang, dan temuan kami berkontribusi pada gambaran yang lebih komprehensif tentang hal ini,” tandas Riley. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s