Cara Alyssa Soebandono Ajari dan Minimalkan Stres Anak saat Belajar Daring

Berandasehat.id – Belajar daring di masa pandemi tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Bukan hanya bagi anak, namun terutama ibu yang seolah harus menjadi ‘guru pengganti’ mendampingi anak saat belajar jarak jauh di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Alyssa Soebandono bersama kedua buah hatinya (dok Instagram @ichasoebandono)

Selama ini yang kerap kita dengar adalah ibu yang stres dalam mengajari anak. Namun siapa sangka jika anak anak merasakan hal sama. Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengungkap, selama pandemi Covid-19 sebanyak 13 persen anak mengalami depresi. “Tiga belas persen anak depresi, kekerasan pada anak atas nama pendidikan,” ujarnya di sela temu media daring menandai peluncuran Gerakan Sosial #AyoTunjukTangan, Dukung Kemajuan Anak Indonesia bersama SGM Eksplor secara daring, di Jakarta, Senin, (16/8/).

Pria yang biasa disapa Kak Seto itu menambahkan fakta yang cukup menyedihkan, yaitu banyak anak yang merasa gelisah, cemas, susah tidur, sulit makan, bosan, marah-marah, dan malas belajar akibat terlalu lama sekolah daring.

Kita tahu bahwa tugas anak adalah bermain sambil belajar, dan berinteraksi langsung dengan teman-temannya. Di masa pandemi seperti sekarang ini, hal itu sulit dipenuhi. Nah, agar anak tidak bosan dan stres belajar daring, tentu harus dilakukan sejumlah upaya untuk mengatasinya.

Ibu dua anak, Alyssa Soebandono memiliki kiat tersendiri dalam pengasuhan kedua buah hatinya, Muhammad Dirgantara Ariendra Harlino dan Malik Mahendra Harlino. Istri pesinetron Dude Harlino ini memahami bahwa tugas membimbing dan mengajari anak bukanlah hal mudah. 

Alyssa juga paham bahwa kemampuan setiap anak tidaklah sama.”Riendra sekarang sudah SD. Ada anak usia enam atau tujuh tahun sudah lancar bacanya, ada anak yang lancar tapi masih agak terpatah-patah. Bukan berarti Riendra harus langsung lancar juga,” ujar figur publik yang biasa disapa Icha.

Dalam melakukan pengasuhan dan pendampingan anak, Icha mengaku melakukan pendekatan personal agar anak bisa mengeluarkan potensi terbaiknya. “Fase setiap anak berbeda. Jadi tidak apa-apa kalau anak belum lancar membaca, sementara temannya sudah,” imbuhnya.

Sebagai orang tua, Icha selalu memastikan anaknya mengeluarkan potensi terbaiknya dan tidak menyerah untuk terus mencoba dan belajar. Anak pertama dan keduanya memiliki kemampuan dan minat yang berbeda, karenanya butuh pendekatan khusus. 

“Setiap anak memiliki cara yang berbeda untuk belajar, walaupun lahir dalam keluarga yang sama. Itu menjadi tugas orang tua untuk bisa memahami dan memiliki ikatan yang dekat dengan anak, agar kita mengerti anak ini arahnya ke sini, ada yang ke sana,” tuturnya bijak.

Di masa pandemi, Icha dan Dude selalu pastikan kedua buah hatinya belajar dalam kondisi dan lingkungan yang menyenangkan demi menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. “Belajar sambil bermain itu perlu,” tandasnya.

Dukung Gerakan #AyoTunjukTangan

Sebagai aset kemajuan bangsa, setiap anak Indonesia berhak untuk merasakan kemerdekaan terutama dalam memperoleh akses kemajuan demi masa depan yang lebih baik. Sayangnya, data menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan akses nutrisi dan pendidikan. 

Menjawab tantangan ini, Marketing Manager SGM Eksplor, Astrid Prasetyo  mengatakan SGM Eksplor berinisiatif untuk meluncurkan gerakan sosial “#AyoTunjukTangan Bersama 2 Juta Bunda Majukan Indonesia” guna mendukung pemenuhan akses nutrisi dan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia agar mencapai potensi maksimalnya untuk jadi generasi maju.

“SGM Eksplor mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berkontribusi memberikan dukungan bagi kemerdekaan anak Indonesia agar mendapatkan akses nutrisi dan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang maksimal mereka menjadi generasi maju,” ujar Astrid.

Astrid menambahkan,  SGM Eksplor percaya bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang, sehingga tidak ada anak yang boleh tertinggal dalam mendapatkan akses kemajuan, termasuk akses nutrisi dan pendidikan. “Sebab, kemajuan bangsa dan juga SDM Indonesia bergantung pada perkembangan dari anak-anak sebagai generasi penentu masa depan bangsa,” tuturnya.

Astrid menjabarkan, dalam gerakan sosial #AyoTunjukTangan, setiap partisipasi dari berbagai pihak akan didonasikan dalam bentuk paket nutrisi untuk anak usia di atas satu tahun,paket beasiswa pendidikan online, dan juga perbaikan fasilitas belajar bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan, di mana donasi tersebut akan diberikan oleh SGM Eksplor dan partner.

 Masyarakat bisa secara mudah berpartisipasi dalam gerakan sosial #AyoTunjukTangan dengan mengunjungi website http://www.generasimaju.co.id/ayotunjuktangan dan langsung pilih jenis donasi yang ingin didukung. Nah, ikutan yuk! (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s