Dua Dosis Vaksin Covid-19 Jadi Cara Efektif Tangkal Keganasan Varian Delta

Berandasehat.id – Dengan mengganasnya varian Delta secara global, mendapatkan dua dosis vaksin COVID-19 tetap menjadi cara paling efektif untuk memastikan perlindungan terhadap varian yang pertama kali diidentifikasi di India.

Sebuah studi pracetak yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Oxford menemukan bahwa vaksin Pfizer/BioNTech dan vaksin AstraZeneca/Oxford menawarkan perlindungan yang baik terhadap varian Delta tetapi efektivitasnya berkurang dibandingkan dengan varian Alpha yang pertama kali diidentifikasi di Inggris.

Vaksin Bekerja Secara Berbeda

Kekebalan setelah dosis kedua berbeda secara signifikan antara kedua vaksin, kata para ilmuwan. Ada perlindungan dini yang lebih besar terlihat pada mereka yang telah menerima vaksin Pfizer tetapi penurunan efektivitas lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang menerima suntikan AstraZeneca, demikian laporan Medscape Medical News.

Hasil awal menunjukkan bahwa kemanjuran/khasiat kedua vaksin akan serupa setelah 4 hingga 5 bulan.

Temuan kunci lainnya adalah bahwa infeksi Delta setelah dua dosis vaksin memiliki tingkat virus puncak yang serupa dengan orang yang tidak divaksinasi.

Sarah Walker, profesor statistik medis dan epidemiologi di Universitas Oxford, yang memimpin penelitian, mengatakan timnya belum tahu berapa banyak penularan yang dapat terjadi dari orang yang terkena COVID-19 setelah divaksinasi. Mereka mungkin memiliki tingkat virus yang tinggi untuk periode waktu yang lebih singkat.

“Tetapi fakta bahwa mereka dapat memiliki tingkat virus yang tinggi menunjukkan bahwa orang yang belum divaksinasi mungkin tidak terlindungi dari varian Delta seperti yang kami duga. Ini berarti penting bagi sebanyak mungkin orang untuk divaksinasi, baik  di Inggris dan di seluruh dunia,” imbuh Walker.

Studi ini didasarkan pada tes PCR dari 384.583 orang dewasa pada saat varian Alpha dominan, dan 358.983 individu ketika varian Delta telah mengambil alih.

Para ilmuwan tidak menarik kesimpulan tegas tentang vaksin Moderna COVID – vaksin ketiga yang disetujui untuk penggunaan darurat di Inggris – karena kurangnya bukti yang tersedia. Namun, mereka mengatakan tidak ada alasan untuk menganggap bahwa itu lebih rendah dari dua vaksin lainnya.

Efektivitas Vaksin ‘Tumpul’

Mengomentari studi untuk Science Media Centre, Simon Clarke, MD, profesor mikrobiologi seluler di University of Reading, mengatakan melihat di sini data dunia nyata tentang bagaimana kinerja dua vaksin, daripada uji klinis. “Data dan kumpulan data semuanya menunjukkan bagaimana varian Delta telah menumpulkan efektivitas [tembakan] Pfizer dan AstraZeneca,” ujarnya.

“Yang menjadi perhatian khusus, efektivitas vaksin AstraZeneca berkurang secara substansial oleh Delta dan tampaknya tidak memberikan perlindungan lebih dari apa yang akan didapat seseorang dari memiliki COVID-19 dan membangun kekebalan alami,” beber Clarke

Penny Ward, MD, profesor tamu dalam kedokteran farmasi di King’s College London, setuju bahwa dosis penguat mungkin diperlukan untuk mempertahankan efektivitas.

Dia juga menyarankan bahwa ada kebutuhan untuk terus fokus pada kegiatan pengujian, pelacakan, dan isolasi untuk mengurangi tingkat penyebaran di masyarakat. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s