Kurang Edukasi dan Pemantauan, Banyak Anak Diabetes Tipe 1 Tak Selamat

Berandasehat.id – Sebagian besar orang tentu tahu penyakit diabetes melitus. Diabetes secara garis besar dibedakan menjadi 2, yaitu diabetes tipe 1 (kerap disebut congenital diabetes, atau didapat), sedangkan diabetes tipe 2 diperoleh karena gaya hidup.

Diabetes tipe 1, yang dialami sejak kecil, adalah penyakit kronis yang serius dan sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan. Dalam waktu sepuluh tahun terakhir, prevalensi diabetes tipe 1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat, dari 3,88 per 100 juta penduduk pada tahun 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada tahun 2010.

Mengingat masih tingginya angka pasien yang tidak terdiagnosis dan pasien dengan hasil diagnosis yang salah, angka pasti prevalensi diabetes tipe 1 pada anak-anak diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan data yang sudah ada.

Menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A, (K), FAAP, FRCPI (Hon.), pada tahun 2018, jumlah populasi anak di Indonesia diperkirakan mencapai 79 juta. Meski demikian, IDAI mencatat hanya 1.249 anak Indonesia yang terdiagnosis dengan diabetes tipe 1 selama periode 2017-2019. 

“Salah satu permasalahan yang kita hadapi terkait diabetes adalah data. Indonesia masih miskin dengan data. Bersama dengan Novo Nordisk, kita akan membuat sistem registrasi melalui aplikasi. Aplikasi ini akan meliputi sistem registrasi, edukasi, rekomendasi pengobatan dan monitoring,” ujar Prof Aman dalam temu media virtual Changing Diabetes in Children yang dihelat Senin (30/8).

“Saya meyakini jika kita bisa membuat aplikasi yang komprehensif, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki sistem yang tepat bagi anak-anak dengan diabetes tipe 1 dan membantu tiap aspek penanganannya,” imbuhnya.

Perkembangan penanganan diabetes sejak 100 tahun penemuan insulin memungkinkan anak-anak dengan diabetes tipe 1 dapat hidup dengan lebih baik dan sehat. 

Sayangnya, prognosis diabetes tipe 1 hampir tidak berubah sejak ditemukannya insulin. “Masih banyak anak-anak yang meninggal akibat diabetes tipe-1 karena kurangnya pendidikan diabetes, layanan kesehatan khusus, peralatan untuk memantau diabetes, dan juga obat-obatan,” tandas Prof Aman.

Anak-anak dengan diabetes tipe 1 dapat hidup layak. Dengan melakukan diagnosis dan penanganan secara dini, diabetes pada anak-anak dapat dikelola dengan baik. Hal inilah yang menjadi tujuan ini menjadi pendorong utama dalam program kemitraan global Changing Diabetes in Children. 

“Misi utama program ini adalah mencegah kematian pada anak yang diakibatkan diabetes dan Indonesia pada hari ini mengambil langkah untuk merealisasikan tujuan tersebut, ‘ ujar Vice President & General Manager Novo Nordisk Indonesia Anand Shetty.

Bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Novo Nordisk dan mitra globalnya menargetkan untuk menjangkau 3.000 anak dan remaja dengan diabetes dalam rencana tahap pertama program ini.  

Hal itu akan dicapai dengan memanfaatkan 20 klinik dengan fasilitas kesehatan yang ditingkatkan serta dibantu oleh 1.000 tenaga kesehatan terlatih yang akan menyediakan perawatan dan penanganan. (BS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s