Berandasehat.id – Saat ini masih terjadi kesimpangsiuran informasi terkait Covid-19. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro menjawab beberapa pertanyaan yang kerap dilontarkan masyarakat.

Ilustrasi vaksinasi anak

Ada yang menanyakan pasien yang sudah sembuh dari Covid-19, apa yang harus dilakukan? Menjawab hal ini, Reisa  mengatakan bagi penyintas Covid-19 tetap pantau kesehatan dan konsumsi makanan bergizi, olahraga dan taat prokes. “Pertahankan pola hidup bersih dan sehat. Ketika masih ada gejala, langsung konsultasikan ke dokter. Post Covid memang tidak menyenangkan namun bisa diobati,” ujar Reisa dalam keterangan yang disampaikan secara virtual melalui kanal Youtube, Jumat (1/9).

Dia menambahkan, bila ada gejala batuk setelah 4 minggu dinyatakan sembuh, bisa jadi itu Long Covid atau Syndrome Post Covid.

Selain itu, terkait dengan vaksinasi bagi penyintas Covid-19, Reisa mengatakan telah keluar Surat Edaran Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan nomor HK.02.01/1/2524/2021 tentang Vaksinasi Covid-19 Bagi Penyintas, pada 29 September 2021.

Surat Edaran menyebut penyintas atau seseorang yang pernah mengalami positif Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, kini bisa disuntikkan vaksin setelah 1 bulan dinyatakan sembuh. Sedangkan bagi penyintas dengan gejala berat, bisa dilakukan vaksinasi minimal 3 bulan setelah dinyatakan sembuh. 

Mengapa bisa berbeda? “Karena ada keperluan memantau pasien sakit berat akibat Covid-19 apakah ada gejala Long Covid  atau Post Covid Syndrome. Vaksinasi harus dilakukan dalam kondisi prima agar vaksin diterima dengan baik oleh tubuh. Tidak usah pilih pilih vaksin. Vaksin yang terbaik adalah yang  tersedia buat kita saat giliran kita tiba,” tandas Reisa.

Menjawab soal vaksinasi Covd-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun, Reisa mengatakan para ahli Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) merekomendasikan saat ini vaksinasi Covid-19 hanya untuk anak di atas 12 tahun. Meskipun beberapa produsen vaksin telah keluarkan pernyataan bahwa vaksin mereka aman untuk anak usia 5-11 tahun, namun riset masih diteliti oleh ahli dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Reisa menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah mengkaji soal vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah 12 tahun bersama badan berwenang. 

Duta Perubahan Perilaku ini menekankan, untuk melindungi anak di bawah 12 tahun dari bahaya Covid-19, ada dua jurus. Pertama, kenalkan anak pada prokes ketat, ajak mereka jadi superhero dengan pakai masker dan cuci tangan, juga keluar rumah harus selektif. Kedua, pastikan imunisasi dasar rutin anak di bawah 1 tahun lengkap sesuai jadwal tidak terlewatkan. Selain itu, pastikan anak tercukupi kebutuhan nutrisinya agar mereka tumbuh optimal sesuai usia.

Reisa mengatakan cara utama lindungi anak di bawah 12 tahun dari ancaman Covid-19 adalah dengan memastikan orang-orang dewasa di sekitarnya sudah divaksinasi. “Itulah upaya kolektif, kekebalan komunitas. Terkadang meski hanya 8 dari 10 orang di rumah yang divaksinasi, namun 100 persen dari semua penghuni rumah akan mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya. (BS)