Berandasehat.id – Risiko terkena diabetes tipe-2 dapat dikurangi hingga 58% dengan perubahan gaya hidup, seperti pola makan yang seimbang, rutin berolahraga, dan menurunkan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa setiap penurunan berat badan hingga satu kilogram, risiko terkena diabetes pun ikut berkurang hingga 16%. 

Spesialis penyakit dalam dr. L. Aswin Pramono, M.Epid., Sp.PD dari Rumah Sakit St. Carolus Jakarta mengatakan pradiabetes merupakan kondisi gula darah yang tinggi, namun belum sampai menyentuh kriteria diagnosis diabetes. “Namun, tidak banyak orang yang menyadari kondisi prediabetes, karena memang gejalanya yang minim sampai kemudian berkembang menjadi diabetes dan menimbulkan komplikasi,” ujarnya. 

Ilustrasi olahraga (dok. istimewa)

Untuk mencegahnya, mereka yang memiliki kondisi pradiabetes direkomendasikan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit seminggu, atau 30 menit setiap hari selama 5 hari dalam seminggu. Olahraga yang dilakukan misalnya berjalan kaki, naik sepeda, atau berenang. 

Usaha lainnya dalam mengobati prediabetes adalah berusaha mengubah pola makan dengan diet yang bergizi seimbang dan mengelola stres. “Untuk itu, sebuah kampanye yang dapat mendorong perubahan gaya hidup akan sangat diperlukan untuk membantu mengedukasi masyarakat,” beber Aswin.

Pradiabetes umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Untuk mencari tahu bagaimana perubahan gaya hidup dapat memengaruhi risiko diabetes, tersedia platform penilaian pradiabetes online http://www.cekprediabetes.com

Untuk itu, perusahaan farmasi Merck telah bekerja sama dengan para tenaga kesehatan profesional untuk meluncurkan kampanye yang mendorong perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan di rumah untuk memitigasi risiko diabetes dalam rangka Hari Diabetes Sedunia 2021. 

Merck juga melakukan webinar publik “See it, slow it, stop it! Cegah prediabetes dimulai dari keluarga” serta kampanye edukasi di media sosial @merckindonesia.

“Mengelola diabetes selama lebih dari 60 tahun, Merck senantiasa membantu memerangi epidemi di seluruh dunia dengan menghadirkan perawatan, layanan kesehatan, kemitraan yang kuat, dan meningkatkan kesadaran masyarakat,” tandas Presiden Direktur Merck Indonesia, Evie Yulin. (BS)