Berandasehat.id – Risiko diabetes melitus tipe 2 pada usia muda di Indonesia semakin meningkat. Menurut Data Riset Kesehatan Dasar 2018, hasil diagnosis diabetes pada usia di atas 15 tahun meningkat hingga 2 persen, bahkan di Jakarta peningkatan kasus mencapai 3.4 persen. 

Kondisi ini dapat menjadi masalah kesehatan di negara kita, terlebih lagi di masa pandemi Covid-19. Kita ketahui, banyak kasus fatal Covid-19 berakar dari komorbid alias penyakit penyerta, salah satunya adalah diabetes. Faktanya, 34.5 persen pasien Covid-19 merupakan penderita diabetes melitus, demikian menurut data Kementerian Kesehatan Indonesia, 13 Oktober 2020.

Hal ini membuat para dokter dan peneliti mencari tahu alasan yang menyebabkan pergeseran ini. Sejumlah penelitian yang dilakukan telah menunjukkan hubungan antara perubahan gaya hidup yang tidak sehat dan munculnya diabetes din.

Generasi muda dan anak-anak biasanya didiagnosis dengan diabetes tipe 1, tetapi sekarang lebih banyak terdiagnosa diabetes tipe 2. Menurut WHO, dalam tiga dekade terakhir, penderita diabetes 2 juga telah meningkat secara dramatis. Bukan hanya pada lansia, diabetes juga kini banyak diidap oleh anak muda.

Ilustrasi pemeriksaan diabetes (dok. istimewa)

Prevalensi kasus diabetes melitus di Indonesia meningkat sekitar 6,2 persen dibandingkan tahun 2019 lalu. Bahkan, menurut penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim penanggulangan Covid-19 di Indonesia, angka kematian pada pasien diabetes yang terinfeksi Covid-19 naik 8,3 kali lipat dibandingkan dengan masyarakat yang tidak mengidap diabetes. 

DR. Dr. Luciana B Sutanto,Ms, Sp.GK memaparkan bahwa pola hidup dapat mempengaruhi risiko penyakit diabetes, “Pola hidup, aktivitas, dan makan dapat mempengaruhi risiko diabetes. Untuk mencegahnya, bisa memulai dari mengatur pola makan,” ujarnya. 

Karenanya, makan teratur, cukup, tepat waktu, serta terjadwal. 3 jam sekali mengisi perut dengan makanan bergizi, contohnya. Makan tiga kali sehari, dengan selingan di antara itu tergantung aktivitas kita. “Selain itu, pastikan kita tidur cukup minimal 7 jam untuk menghindari  makan berlebih di malam hari,” tuturnya.

Menyadari pentingnya deteksi dini diabetes, Lions Club Jakarta Madhava mengadakan serangkaian acara untuk memperingati Hari Diabetes Sedunia. Pada 14 November 2021 di area Pos Bloc, Jakarta Pusat sebanyak 400 orang melakukan pemeriksaan diabetes, tes gula darah, serta konsultasi secara gratis dengan target anak-anak muda.

Presiden dari Lions Club Jakarta Madhava 2021-2022, Runita Kesuma, menyampaikan Lions Club ingin memberikan manfaat bagi masyarakat, mengedukasi dan meningkatkan kesadaran atas ancaman diabetes, terutama bagi anak muda di Indonesia. “Tidak hanya itu, kami harapkan hasil dari acara ini dapat memberikan sumbangsih nyata dalam peningkatan kualitas kesehatan di Indonesia,” ujarnya. (BS)