Berandasehat.id – Dunia telah mengalami setidaknya lima kali pandemi influenza dengan dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan manusia. Inilah salah satu latar belakang mengapa kita memperingati Hari Flu Sedunia atau World Flu Day setiap 1 November agar kita senantiasa waspada dan mencegah terulangnya pandemi influenza. 

Dalam dekade terakhir ini, para ilmuwan memperkirakan bahwa pandemi berikutnya dapat disebabkan oleh virus influenza. Di saat yang sama, kita pun masih berhadapan dengan pandemi COVID-19. 

Pencegahan adalah langkah yang lebih baik daripada mengobati dan vaksin merupakan pencegahan primer, terutama di masa pandemi seperti saat ini. Vaksinasi influenza tidak hanya dapat melindungi kita dari bahaya penyakit flu, namun juga melindungi orang-orang tersayang dan kerabat yang rentan terhadap penyakit flu. 

Vaksin flu memiliki efektivitas yang tinggi, di mana vaksin flu dapat meningkatkan kemungkinan pulih apabila kelompok berisiko tinggi tertular penyakit flu. Bagi kelompok berisiko tinggi, vaksinasi dapat dilakukan ketika pasien dalam kondisi yang stabil. 

Ilustrasi flu pada anak (dok. istimewa)

Disampaikan Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Prof. DR. dr. Samsuridjal Djauzi, SpPD, K-AI., apabila penyakit komorbid sedang kambuh, vaksinasi sebaiknya dilakukan ketika kondisi pasien sudah pulih. 

“Tidak ada syarat khusus bagi kelompok berisiko tinggi untuk melakukan vaksinasi influenza, kecuali jika mereka memiliki alergi terhadap bahan-bahan vaksin tersebut,” ujar Prof Samsuridjal di acara webinar memandai Hari Flu Sedunia yang dihelat oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Indonesia Influenza Foundation (IIF), dan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI) berkolaborasi dengan Sanofi Pasteur Indonesia, Jumat (19/11).

Menurut WHO, di masa pandemi sekarang ini, vaksin flu dan vaksin COVID-19 dapat diberikan dengan interval waktu tertentu. Namun untuk meningkatkan cakupan program imunisasi, pemberian vaksin flu disarankan dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin COVID-19. 

Anak-anak juga dapat diberikan vaksin flu dan COVID-19 dengan aturan jika sudah masuk kelompok usia untuk diperbolehkan vaksin COVID-19, yaitu minimal 6 tahun.

Kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PERALMUNI), Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, menyampaikan di musim influenza mendatang, kita menghadapi kompleksitas dan tantangan kemungkinan koinfeksi penyakit flu dan infeksi virus COVID-19. 

“PERALMUNI kembali mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi influenza agar kita bisa saling melindungi sekaligus mengendalikan pandemi COVID-19 secara efisien dan mencegah influenza musiman,” ujarnya.

Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, dr. Dhani Arifandi menambahkan selama pandemi, Sanofi Pasteur Indonesia juga berperan aktif sebagai mitra kesehatan dengan mengedukasi masyarakat di media sosial @KenapaHarusVaksin dan berbagai webinar untuk tenaga ahli kesehatan mengenai pentingnya vaksinasi flu selama pandemi COVID-19. 

“Selain itu, dalam rangka memperingati Hari Flu Sedunia, Sanofi Pasteur dan IIF juga ingin mengingatkan semua orang pentingnya vaksinasi flu di masa pandemi COVID-19,” ujar Dhani. (BS)