Berandasehat.id – Varian virus corona Omicron yang dinobatkan sebagai varian yang mengkhawatirkan (variant of concern) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat silam, menjadi sumber keresahan baru.

Jerman mengonfirmasi dua kasus pertama dari jenis baru Omicron COVID-19, pada pelancong yang tiba di bandara Munich dari Afrika Selatan, kata pejabat regional.

“Dua kasus dugaan varian virus baru Omicron yang diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian yang mengkhawatirkan telah dikonfirmasi di Bavaria,” kata kementerian kesehatan negara bagian selatan itu dalam sebuah pernyataan, Sabtu (27/11), dilaporkan MedicalXpress.

Ilustrasi bandara (dok. istimewa)

Orang-orang, yang tiba kembali di Jerman pada Rabu lalu, telah diisolasi di rumah sejak menerima hasil tes PCR positif untuk virus corona, tambah kementerian.

Seorang juru bicara kementerian mengatakan bahwa, setelah membaca laporan berita tentang jenis baru, orang-orang secara proaktif mencari pemeriksaan untuk varian yang diprediksi bakal melengserkan dominasi varian Delta.

Selain itu, dua penumpang asing yang tiba di Bavaria dengan penerbangan dari Cape Town pada Jumat lalu telah dites positif terkena virus corona dan pihak berwenang sekarang sedang menyelidiki apakah mereka juga terinfeksi dengan jenis varian baru yang dikatakan memiliki 10 mutasi – jauh lebih banyak dari varian Delta.

Laporan dari Bavaria muncul setelah pejabat kesehatan di negara bagian Hesse, Jerman barat, mengidentifikasi kasus dugaan pertama varian COVID-19 baru di negara itu, pada seseorang yang juga kembali dari Afrika Selatan.

Orang tersebut, yang divaksinasi penuh terhadap virus corona, mengalami gejala dalam seminggu dan kemudian diuji. Hasil akhir dari sekuensing gen diharapkan dalam beberapa hari mendatang.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz, yang diperkirakan akan dilantik sebagai penerus Kanselir Angela Merkel awal bulan depan, menekankan bahwa koalisinya akan melakukan semua yang diperlukan untuk memerangi corona dan Omicron.

“Tidak ada yang tidak dapat dipertimbangkan,” cuitnya ketika seruan semakin keras untuk vaksinasi virus corona wajib dan langkah-langkah penutupan baru.

Belgia mengatakan pada  Jumat (26/11) bahwa pihaknya telah mendeteksi kasus pertama yang diumumkan di Eropa dari varian COVID-19 baru, pada orang yang tidak divaksinasi yang kembali dari luar negeri.

Sementara itu Inggris pada Sabtu (27/11) mengonfirmasi dua kasus pertama dari jenis Omicron baru, yang telah dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian yang mengkhawatirkan.

Para pejabat Uni Eropa pada Jumat kemarin sepakat untuk mendesak 27 negara di blok itu untuk membatasi perjalanan dari beberapa negara Afrika selatan, sebuah kebijakan yang telah diumumkan Jerman. (BS)