Berandasehat.id – Korea Selatan mencatat rekor baru kematian akibat COVID-19, Kamis silam. Pejabat memperingatkan bahwa varian Omicron yang sangat menular dapat segera menjadi jenis yang dominan di Negara Ginseng itu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Selatan telah bergulat dengan melonjaknya infeksi dan kematian setelah secara signifikan melonggarkan pembatasan pada awal November sebagai bagian dari upaya untuk kembali ke keadaan normal sebelum pandemi.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea mengatakan rekor 109 orang meninggal dalam periode 24 jam terakhir, meningkatkan jumlah total kematian akibat pandemi di negara itu menjadi 5.015. Saat sama, dikatakan jumlah pasien dalam kondisi serius atau kritis juga mencapai angka tertinggi baru 1.083.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Badan tersebut mengatakan bahwa tambahan 6.919 orang telah dites positif terkena virus corona, sehingga beban kasus nasional menjadi 589.978. Pihak berwenang juga telah mengonfirmasi 12 kasus lagi dari varian Omicron, sehingga totalnya menjadi 246.

Varian Delta saat ini menyumbang sebagian besar kasus yang baru dilaporkan di Korea Selatan, tetapi itu bisa segera berubah – disalip oleh Omicron.

Pejabat kesehatan senior Lee Sang-won mengatakan awal pekan ini bahwa ada kemungkinan varian Omicron akan menjadi strain dominan di Korea Selatan dalam satu atau dua bulan mendatang. Jaehun Jung, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Gachon di Korea Selatan, juga mengatakan bahwa (tingkat) infeksi yang berarti yang disebabkan oleh Omicron dapat terjadi di Korea pada Februari atau Maret 2022.

Khawatir dengan lonjakan infeksi dan kematian baru yang memecahkan rekor, Korea Selatan menjalankan sejumlah aturan, antara lain pembatasan empat orang pada pertemuan pribadi dan berlaku jam malam di restoran dan kafe.

Lonjakan telah menjadi ancaman fasilitas kesehatan yang terbebani. Menteri Kesehatan Kwon Deok-cheol mengatakan bahwa Korea Selatan berada pada “titik kritis” karena bahaya sistem medisnya mencapai batas.

Menkes mengatakan infeksi terobosan dan penularan di antara orang-orang yang tidak divaksinasi bertanggung jawab atas meningkatnya jumlah pasien yang sakit kritis, yang jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan pemerintah sebelumnya ketika melonggarkan pembatasan jarak pada awal November 2021

Menurut data pemerintah, 36 orang telah meninggal di rumah atau fasilitas saat menunggu tempat tidur antara 28 November hingga 18 Desember 2021. Data lain menunjukkan bahwa hingga Rabu, sekitar 80% tempat tidur di unit perawatan intensif untuk pasien COVID-19 di Selatan Korea telah terpakai. Kwon mengatakan pemerintah berencana untuk mengamankan ribuan tempat tidur baru dan membangun kapasitas untuk menangani 10.000 kasus baru. (BS)