Berandasehat.id – Varian Omicron virus corona baru atau SARS-CoV-2 mewakili langkah perubahan dalam pandemi COVID-19 dengan membukukan rekor untuk jumlah infeksi harian baru yang dilaporkan di seluruh dunia. 

Para peneliti di Pusat Penelitian Virus MRC-University of Glasgow telah menggunakan eksperimen laboratorium dan data infeksi dunia nyata untuk menyelidiki Omicron. Karya mereka, yang diterbitkan sebagai studi pra-cetak, telah mengungkapkan perubahan mendasar yang mungkin penting bagi penyebaran Omicron yang kini menguasai dunia, menggusur variant of concern Delta.

Para peneliti menemukan dalam tes laboratorium bahwa Omicron sebagian besar tidak terpengaruh oleh antibodi yang diberikan oleh dua dosis vaksin COVID-19, tetapi respons meningkat dengan vaksin booster (dosis ketiga). Data penting ini dikonfirmasi oleh analisis data infeksi dunia nyata: Omicron berhasil hindari dua dosis vaksin, tetapi tiga dosis mengembalikan tingkat perlindungan yang baik.

Ilustrasi virus corona (dok. istimewa)

Studi juga memberikan bukti bahwa Omicron telah mengubah rute masuknya ke dalam sel manusia, dari fusi permukaan sel menjadi fusi yang bergantung pada cathepsin di dalam endosom. 

Pergeseran biologis mendasar ini kemungkinan akan mempengaruhi penyebaran Omicron dan jenis sel yang dapat dibajaknya. Perubahan ini juga dapat mempengaruhi patogenesis dan tingkat keparahan penyakit, dan peneliti mengatakan mereka memerlukan evaluasi lebih lanjut dalam studi berbasis populasi. (BS)