Berandasehat.id – Apakah tidak merokok merupakan jaminan tidak terkena kanker paru? Sayangnya tidak demikian. Meskipun merokok adalah penyebab utama kanker paru, penyakit ini mungkin saja terjadi pada orang yang tidak pernah merokok.

“Siapa pun yang memiliki paru bisa terkena kanker paru,” kata Dr. Missak Haigentz Jr., kepala Onkologi Medis Toraks dan Kepala dan Leher di Rutgers Cancer Institute of New Jersey di New Brunswick.

Faktanya, sebuah studi baru di Institut Kanker Nasional AS memperkirakan 10% pria dan 20% wanita yang menderita kanker paru tidak pernah menggunakan produk tembakau. Menurut riset, ada tiga jenis kanker paru pada bukan perokok.

Ilustrasi stop merokok (dok. istimewa)

“Apa yang sudah kita ketahui adalah bahwa kanker paru, meskipun tampak serupa di bawah mikroskop, dapat berkembang secara berbeda pada orang yang tidak pernah merokok, dan informasi tentang perbedaan molekuler ini telah memiliki dampak yang luar biasa dalam cara kita mengobati penyakit dengan terapi kanker yang ditargetkan,” ujar Haigentz dalam rilis berita Rutgers.

Kanker paru pada bukan perokok disebabkan oleh paparan lain yang diketahui, termasuk gas radon atau asap rokok. Sedangkan paparan asbes membawa risiko mesothelioma, jenis kanker langka yang mempengaruhi jaringan tipis yang menutupi sebagian besar organ dalam seseorang.

“Apa pun yang kita hirup berpotensi membuat saluran udara dan paru kita terpapar agen perusak yang dapat menimbulkan kanker. Kami belum mengidentifikasi semua ini,” kata Haigentz.

Pada perokok, kanker kerap disebabkan oleh paparan zat penyebab kanker dalam asap tembakau selama bertahun-tahun. Zat-zat ini menyebabkan beberapa perubahan genetik pada sel-sel yang melapisi paru.

Haigentz mengatakan penelitian baru ini membantu para ilmuwan memahami bagaimana perokok dan yang tidak pernah merokok dapat memperoleh manfaat dari perawatan seperti terapi kanker yang ditargetkan.

Berdasarkan fitur molekuler kanker paru-, para ilmuwan baru-baru ini mengembangkan beberapa pilihan pengobatan efektif yang menargetkan biologinya, imbuh Haigentz. 

Bagi orang bukan perokok yang khawatir tentang kanker paru-paru dapat mengambil sejumlah langkah. Menurut Haigentz, yang terpenting, jangan pernah mulai merokok. Para ahli kini merekomendasikan skrining kanker paru dengan CT scan dosis rendah tahunan bagi mereka yang pernah terpapar rokok secara signifikan, termasuk mantan perokok. Dan perlu melakukan pengujian gas radon di rumah.

“Yang paling penting, kita perlu menghilangkan stigma kanker paru, memahami bahwa ada orang yang telah merokok seumur hidup mereka dan tidak pernah mengembangkan kanker, dan ada orang yang tidak pernah merokok sama sekali yang mengembangkan kanker paru,” tandas Haigentz, dilaporkan Healthday. (BS)