Berandasehat.id – Stunting masih menjadi masalah di Indonesia yang perlu dituntaskan melalui kolaborasi semua pihak. Pemerintah Indonesia memiliki target ambisius menurunkan angka stunting hingga 14% pada 2024 dari 24,4% pada tahun 2021.

Untuk diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  Bila tidak dideteksi sejak dini akan memberikan dampak buruk terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, yaitu terjadinya gagal tumbuh ditunjukkan dengan tinggi badan pendek dan perkembangan intelektual yang terhambat.

Disampaikan Dokter Spesialis Anak Pakar Tumbuh Kembang Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), status gizi anak dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas makanan yang dikonsumsi. Pola makan bergizi seimbang perlu diterapkan agar dapat mempengaruhi status gizi anak secara positif. “Gizi seimbang dapat dicapai apabila makanan yang dikonsumsi dalam jumlah cukup, berkualitas baik, dan beragam jenisnya untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan tubuh,” ujar Prof Rini dalan temu media daring yang dihelat Frisian Flag Indonesia menandai peluncuran susu pertumbuhan Primagro dan posyandu Akademi Keluarga Prima, Kamis (17/2/2022).

Ilustrasi stunting pada anak (dok. istimewa)

Prof Rini menambahkan, anak yang terlahir dengan gizi kurang akan tumbuh menjadi remaja dengan status gizi kurang dan berpotensi kembali melahirkan anak dengan kondisi gizi kurang. “Mata rantai ini lyang mesti kita putus dengan berbagai macam upaya, dibutuhkan sosialisasi dan edukasi. Tetapi perubahan perilaku tidak terjadi secara instan, perlu waktu, kesabaran dan peningkatan literasi agar masyarakat paham pentingnya kecukupan gizi,” terangnya.

Sudah jelas stunting bukan masalah sepele karena dapat menentukan kualitas generasi suatu bangsa di masa mendatang. Dari sisi kesehatan, dalam jangka panjang stunting dapat menimbulkan dampak berupa gangguan metabolik yang meningkatkan risiko obesitas, diabetes, stroke, dan jantung.

Kesempatan sama, Category Marketing Manager PT Frisian Flag Indonesia, Pratiwi Rosani mengatakan anak-anak adalah masa depan bangsa. “Bila suatu bangsa ingin maju maka anak-anak harus tumbuh dengan gizi yang tepat. Orang tua bertanggung jawab menyiapkan asupan bergizi untuk dikonsumsi anak-anaknya. Untuk itu orang tua harus memiliki pengetahuan yang baik tentang kualitas dan kuantitas makanan yang perlu dikonsumsi dan memahami pola makan bergizi seimbang untuk diterapkan kepada anak-anak,” bebernya.

Terkait hal ini, sebut Pratiwi, Frisian Flag Indonesia terus melakukan sosialisasi dan edukasi, dan akan terus mendampingi orang tua menuju perubahan perilaku pemahaman gizi yang lebih baik. “Literasi gizi diperlukan agar orang tua semakin paham tentang pentingnya kecukupan gizi dalam membangun generasi Indonesia yang unggul,” terangnya.

Dalam upaya melakukan edukasi kepada orang tua tentang literasi gizi dan memanfaatkan teknologi digital dalam mengoptimalkan sosialisasi, Frisian Flag Indonesia memperkenalkan program posyandu dalam platform daring (online) dan luring (offline). Dijelaskan Pratiwi, posyandu online itu diberi nama Akademi Keluarga Prima sebagai pengembangan fitur dari website https://www.ibudanbalita.com/.

Ada sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan orang tua di Akademi Keluarga Prima antara lain:

1. Rapor Tumbuh Kembang Prima, adalah fitur posyandu online yang dapat memantau progress tumbuh kembang anak sesuai dengan grafik pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang juga menjadi referensi nasional.

2. Parenting Style Test, adalah fitur untuk mengetahui pola asuh orang tua yang sesuai dengan  karakter anak sehingga tumbuh kembangnya dapat maksimal.

3. EmoMeter, adalah fitur untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kecerdasan sosial dan emosional anak (Social Emotional Learning) yang dapat mempengaruhi kesuksesannya di masa depan.

Untuk platform luring, Frisian Flag Indonesia mendukung program Primanutri Posyandu yang pelaksanaanya bermitra dan dijalankan oleh Indomaret. 

Kegiatan Primanutri Posyandu akan dimulai pada Maret 2022 dan berlangsung sepanjang tahun 2022,memberikan layanan pemeriksaan kesehatan ibu, anak dan lansia, penyuluhan kesehatan penyediaan, serta penyediaan makanan dan minuman bergizi di 20 lokasi di 20 kota yang ditargetkan akan diikuti oleh 3.000 peserta. (BS)