Berandasehat.id – Bayi menangis itu wajar. Namun kadang Mommies juga cemas jika buah hati dianggap keseringan menangis. Namun jangan dulu khawatir, karena menangis merupakan cara bayi berkomunikasi. Normalnya, bayi akan menangis ketika mereka lapar, lelah, tidak nyaman, atau sakit. Terkadang mereka menangis karena butuh perhatian dan kasih sayang dari ibu. Balita atau anak yang lebih besar mungkin juga menangis karena frustrasi, sedih, atau marah.

“Menangis, merupakan satu-satunya perangkat komunikasi yang si kecil miliki untuk meminta pertolongan, sekaligus membantunya melepaskan ketegangan yang ia rasakan, terutama jika ia belum bisa berbicara,” terang dr. Yudhi Gejali, dokter sekaligus penekun akupunktur pediatrik (Shonihari) di temu media daring menandai peluncuran MY BABY Minyak Telon Plus Lavender 8 Jam, baru-baru ini.

Ilustrasi tangisan bayi (dok. istimewa)

Disampaikan dr. Yudhi Gejali, menanggapi tangisan si Kecil di awal kehidupannya penting dilakukan bagi kesejahteraan, pembentukan sistem saraf yang sehat, dan pertumbuhan si kecil selanjutnya. Dengan kata lain, jangan sampai bayi dibiarkan menangis terlalu lama tanpa pertolongan.

“Jika si Kecil dibiarkan menangis kejer, dapat memungkinkan terjadinya perubahan fisiologis pada tubuhnya, di antaranya peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan sel darah putih. Selain itu juga kadar oksigen menurun, menghabiskan cadangan energi serta mengaktifkan respons stres dengan peningkatan kadar kortisol,” terang dr. Yudhi Gejali.

Bukan itu saja loh Mommies. Bila si Kecil menangis berkepanjangan, hal itu juga bisa memicu aerophagia alias menelan udara yang dapat menyebabkan rasa sakit dan masalah dengan pencernaan.

Karenanya, saran dr, Yudhi, agar tangisan/kerewelan si Kecil tidak berdampak pada kesehatannya, penting bagi Mommies untuk mengecek kondisinya, untuk memastikan si Kecil tidak sakit atau terluka sehingga menemukan langkah yang pas dalam menenangkannya.

Selain itu, pastikan kenyamanan anak terpenuhi dengan menjaganya tetap kering, tetap hangat dan tidak kelaparan, serta oleskan minyak yang memiliki aroma lavender. Dipercaya kandungan aktif utama linalool pada lavender dapat memberikan efek sedatif atau relaksasi untuk membantu menenangkan dan membuat tidur lelap, juga memiliki manfaat melindungi dari nyamuk.

“Dengan demikian si Kecil akan merasa rileks dan tertidur dengan mudah sehabis ia melepaskan stres dengan menangis dan ditenangkan dengan mengoleskan minyak dengan aroma lavender, terlebih jika dioleskan di beberapa titik seperti pada lengan, punggung, dan dada untuk mengurangi kerewelannya,” terang dr. Yudhi.

Saat mengoleskan lavender, sebaiknya disertai dengan tekanan lembut pada bagian telinga, di antara alis, telapak kaki, serta perut untuk mengatasi kolik.

Ketenangan Ibu Penting

Dari sisi Mommies, memiliki anak ternyata mengubah struktur otak sehingga bagian yang mengontrol empati dan kecemasan meningkatkan aktivitasnya bersama dengan perubahan hormonal yang membuat para ibu bereaksi dengan perasaan protektif dan khawatir yang terus-menerus saat mendengar tangisan buah hati. Situasi ini bila dibiarkan akan berpengaruh terhadap kesehatan mental ibu.

Disampaikan Saskhya Aulia Prima, psikolog sekaligus pendiri TigaGenerasi, hasil studi menyebut bahwa 90,2% bayi dengan tingkat kerewelan dan risiko kolik yang rendah, dipengaruhi oleh tingginya dukungan orang terdekat pada ibu, khususnya bagi ibu baru.

Belum lagi ketika tangisan si Kecil membuat Mommies terjaga di malam hari. Kelelahan pun turut membuat Mommies semakin sulit mengatasinya. “Karenanya, dukungan pasangan dan orang terdekat sangatlah diperlukan,” terang Saskhya.

Untuk melatih Mommies agar siap menangani buah hati saat rewel, Saskhya memberikan tips yang dapat dilakukan, yakni:

1. Ambil jeda dari buah hati yang rewel dengan terlebih dulu meletakkannya di tempat yang aman, seperti buaian. Selanjutnya Mommies bisa menarik napas dalam dan meluangkan waktu beberapa menit di ruangan lain untuk menenangkan diri – misalnya sembari menghirup aroma lavender.

2. Mindful terhadap diri sendiri dengan tidur yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, berolahraga, dan melakukan hal yang digemari.

3. Meminta bantuan pada pasangan atau anggota keluarga lain untuk mengambil alih mengasuh buah hati sementara waktu.

Nah, untuk membantu para Mommies dalam menenangkan buah hati yang rewel, MY BABY meluncurkan Minyak Telon Plus Lavender 8 Jam yang bisa menjadi salah satu bentuk dukungan agar ibu tidak merasa sendirian menghadapi kerewelan si Kecil, sehingga mampu mengurangi kecemasan yang ia hadapi.

Director Brand Portofolio Strategy & Innovation Cosmetics & Consumers MY BABY Dahlia Yolanda, mendorong Mommies untuk terus menikmati setiap momen kebersamaan dengan buah hati tanpa rasa khawatir dalam menghadapi kerewelannya.

“Anak yang tenang akan membawa ketenteraman bagi ibu. Begitu pula sebaliknya, kehadiran ibu yang tenang adalah yang paling dibutuhkan oleh si Kecil saat dirinya merasa tidak nyaman. Melalui peluncuran MY BABY Minyak Telon Plus Lavender 8 jam ini, MY BABY akan senantiasa menemani dan melengkapi perjalanan ibu, menghadirkan perasaan nyaman, aroma yang menenangkan, perlindungan dari nyamuk 8 jam dan kehangatan yang pas bagi si Kecil,” tandas Dahlia. (BS)