Berandasehat.id – Orang dengan penyakit gastroesophageal reflux (GERD) memiliki peningkatan risiko perkembangan periodontitis, yakni infeksi gusi yang merusak gigi, jaringan lunak, dan tulang penyangga gigi, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan online 19 November 2022 di Biomedicines.

Xin Li, dari China Medical University di Taichung, Taiwan, dan rekannya melakukan studi kohort retrospektif untuk menguji hubungan antara GERD dan risiko periodontitis berikutnya menggunakan data epidemiologis dari Database Riset Asuransi Kesehatan Nasional Taiwan dari 2008 hingga 2018. 

Sebanyak 20.125 peserta dengan usia minimal 40 tahun termasuk dalam kelompok GERD dan cocok dengan kecenderungan dalam rasio 1:1 dengan peserta non-GERD.

Para peneliti menemukan bahwa tingkat kejadian periodontitis secara signifikan lebih tinggi pada pasien GERD dengan dibandingkan dengan mereka yang tidak (30,0 berbanding 21,7 per 1.000 orang per tahun; rasio hazard yang disesuaikan, 1,36). 

Pasien dengan GERD memiliki risiko lebih tinggi untuk periodontitis dalam analisis bertingkat untuk usia (rasio hazard yang disesuaikan, masing-masing 1,31 dan 1,42 untuk usia 40 hingga 54 dan 55 hingga 69 tahun), jenis kelamin (rasio hazard yang disesuaikan, masing-masing 1,40 dan 1,33 untuk pria dan wanita, dan ada tidaknya komorbiditas (rasio hazard yang disesuaikan, masing-masing 1,36 dan 1,40) dibandingkan dengan mereka yang tidak GERD. 

Risiko periodontitis meningkat dengan naiknya jumlah kunjungan ruang gawat darurat di antara kohort GERD (satu atau lebih versus kurang dari satu; rasio hazard yang disesuaikan, 5,19).

“Dokter harus lebih memperhatikan perkembangan periodontitis saat merawat pasien GERD,” kata penulis. 

Di sisi lain, dokter gigi mungkin menganggap GERD sebagai penyebab periodontitis yang tidak dapat dijelaskan, demikian catatan peneliti dilaporkan Healthday. (BS)

Advertisement