Berandasehat.id – Obesitas adalah epidemi global dan penyebab utama morbiditas (kecacatan) dan mortalitas (kematian) karena meningkatkan risiko komorbiditas, termasuk penyakit jantung dan penyakit hati berlemak/perlemakan hati (MASLD).
Tingkat gangguan ini naik seiring kian banyak orang yang mengadopsi diet padat energi dan gaya hidup tidak aktif.
Nitrogen oksida adalah molekul gas dengan aksi pleiotropik dalam tubuh. Efek nitrogen oksida bekerja melalui pengikatan pada protein. Terlalu banyak atau terlalu sedikit pengikatan nitrogen oksida (pada protein kunci) menyebabkan penyakit, menurut studi terkini.
Sebuah studi yang diterbitkan di Science Signaling, tim peneliti dari University Hospitals dan Case Western Reserve University menemukan enzim baru (SCoR2) yang menghilangkan nitrogen oksida dari protein yang mengontrol penumpukan lemak. Penghilangan nitrogen oksida mengaktifkan sintesis lemak, yang menunjukkan bahwa SCoR2 diperlukan untuk membuat lemak.

Tim tersebut kemudian menghambat SCoR2 secara genetik dan dengan mengembangkan obat. Mereka menemukan bahwa memblokir enzim penghilang nitrogen oksida ini mencegah penambahan berat badan dan cedera hati pada model tikus. Obat yang sama juga menurunkan kolesterol jahat.
Tim peneliti menjelaskan oksida nitrat menghambat protein yang menghasilkan lemak dan kolesterol di hati. Di jaringan lemak, oksida nitrat menghambat program genetik yang menghasilkan enzim yang menciptakan lemak.
Langkah selanjutnya melibatkan pengembangan obat ke uji klinis, yang diperkirakan memakan waktu sekitar 18 bulan. Tim peneliti berharap dapat mengembangkan lebih lanjut obat kelas pertama untuk memblokir penambahan berat badan dan menurunkan kolesterol, dengan efek yang menguntungkan bagi kesehatan hati. (BS)