Berandasehat.id – Spina bifida adalah kondisi bawaan di mana sumsum tulang belakang tidak berkembang dengan baik, sehingga sebagian darinya terpapar. Hal ini dapat menyebabkan tantangan kesehatan seumur hidup, termasuk kelumpuhan, kesulitan berjalan, dan masalah dengan kontrol kandung kemih dan usus.

Perawatan saat ini melibatkan operasi selama kehamilan untuk menutup lubang tulang belakang, yang dapat mengurangi beberapa komplikasi tetapi seringkali tidak mencegah semua masalah neurologis.

Uji klinis Tahap I yang dipublikasikan di jurnal bergengsi The Lancet menunjukkan bahwa menggabungkan terapi sel punca dengan operasi janin standar sebelum kelahiran merupakan pendekatan yang aman dan menjanjikan untuk mengobati mielomeningokel, suatu bentuk spina bifida yang parah.

Ini adalah uji klinis perdana sel punca hidup digunakan pada tulang belakang janin yang rusak, yang berpotensi membuahkan hasil kesehatan yang lebih baik bagi bayi dibandingkan dengan operasi janin tradisional.

Dalam uji coba tersebut, enam wanita hamil dengan janin yang didiagnosis menderita spina bifida menjalani operasi janin standar ditambah langkah tambahan di mana ahli bedah mengaplikasikan sel dari plasenta (disebut sel punca mesenkimal turunan plasenta/PMSC), langsung ke sumsum tulang belakang yang terpapar selama operasi.

Sel-sel ini dikenal karena kemampuannya untuk mengurangi peradangan, meningkatkan penyembuhan, dan melindungi jaringan saraf.

Hasil awal pada enam bayi pertama

Keenam bayi, yang lahir antara Juli 2021 hingga Desember 2022, memiliki perbaikan tulang belakang yang utuh dan tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi, pertumbuhan jaringan abnormal, atau pembentukan tumor.

Pemindaian MRI pasca kelahiran mengonfirmasi bahwa kelainan otak yang terkait dengan spina bifida, yang disebut herniasi otak belakang, telah pulih dalam setiap kasus.

Selain itu, bayi-bayi tersebut tidak mengalami efek samping serius yang disebabkan oleh pengobatan sel punca selama uji coba dan melalui perawatan lanjutan.

Anak-anak dalam uji coba ini akan dipantau dengan cermat, dengan pemeriksaan dan penilaian rutin, hingga mereka berusia enam tahun.

Tindak lanjut jangka panjang ini akan membantu para peneliti untuk mengkonfirmasi bahwa pengobatan sel punca tetap aman dan meningkatkan mobilitas, kesehatan, dan kualitas hidup anak-anak seiring pertumbuhan mereka.

Prospek masa depan

Uji klinis skala besar dan jangka panjang tambahan sedang dilakukan untuk lebih menyempurnakan teknik bedah dan protokol pengobatan. Studi-studi ini bertujuan untuk mengonfirmasi bahwa anak-anak yang menerima terapi ini mengalami manfaat sejak lahir, peningkatan mobilitas, dan kualitas hidup yang lebih baik.

Sepanjang proses ini, badan pengatur akan bekerja sama erat dengan tim peneliti untuk memantau dengan cermat keamanan dan efektivitasnya.

Para peneliti hendak menetapkan terapi sel punca ini sebagai pilihan yang aman dan standar untuk perbaikan spina bifida pada janin, memberikan harapan baru bagi keluarga yang terkena dampak kondisi ini di seluruh dunia.

Mereka mengatakan hasil ini merupakan tonggak penting dalam bidang pengobatan sel punca dalam kandungan untuk cacat lahir, membuka jalan bagi kemajuan di masa depan menggunakan sel punca selama operasi janin untuk mengatasi kondisi bawaan lainnya. (BS)