Berandasehat.id – Kentut, atau buang angin/buang gas, kerap dijadikan bahan lelucon atau dianggap memalukan ketika terjadi secara tiba-tiba. Namun, ini adalah fungsi tubuh yang penting, memungkinkan sistem pencernaan untuk menjaga tekanan di dalam saluran usus tetap rendah dan mencegah peregangan perut dan usus yang menyakitkan.

Meskipun kentut adalah hal yang normal, masih belum jelas berapa jumlah yang dianggap sehat.

Menjawab keingintahuan ini, sebuah studi oleh para peneliti dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation ingin mengukur berapa kali orang buang angin dalam sehari.

Untuk itu mereka merancang aplikasi ponsel, Chart Your Fart, yang memungkinkan lebih dari 6.400 warga Australia untuk mencatat pola kentut mereka secara real time.

Mereka menemukan bahwa sebagian besar orang, rata-rata, buang angin lima kali sehari, dan pria melakukannya lebih sering daripada wanita. Pola kentut tidak sama sepanjang hari.

Tim peneliti mengamati peningkatan bertahap yang biasanya mencapai puncaknya antara pukul 6 sore hingga 10 malam, bertepatan dengan waktu ketika orang umumnya mengonsumsi kalori dan serat paling banyak, menurut studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open.

Melacak keluarnya gas

Saat kita kentut, tubuh melepaskan campuran gas yang terkumpul dari dua sumber yang sangat berbeda. Yang pertama adalah udara yang masuk saat kita makan atau minum. Kedua adalah gas yang dihasilkan oleh miliaran bakteri yang hidup di usus selama pencernaan.

Udara yang tertelan tidak berbahaya dan tidak berbau, tetapi produk sampingan dari penguraian makanan oleh bakteri mengandung senyawa sulfur yang bertanggung jawab atas bau menyengat yang terkait dengan kentut.

Beberapa kelompok makanan, seperti serat, sering kali dapat menyebabkan buang gas lebih sering, begitu pula masalah pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar, atau IBS.

Meskipun terlalu banyak bisa menjadi masalah, terlalu sedikit gas ternyata menjadi masalah yang lebih besar. Ketidakmampuan untuk mengeluarkan gas secara tiba-tiba, terutama disertai sakit perut atau kembung, dapat menandakan penyumbatan atau masalah usus serius lainnya yang membutuhkan perhatian medis.

Para peneliti belum dapat mendefinisikan secara jelas apa yang dianggap sebagai pengeluaran gas yang berlebihan, terlalu sedikit, atau normal.

Tanpa data yang solid tentang seberapa sering orang sehat benar-benar mengeluarkan gas dalam kehidupan sehari-hari, sulit untuk mengetahui apa yang sehat dan apa yang merupakan potensi masalah pencernaan.

Studi sebelumnya biasanya meneliti kelompok kecil orang atau hanya berfokus pada mereka yang memiliki masalah perut.

Dalam studi ini, para peneliti menggunakan aplikasi khusus Chart Your Fart, yang tersedia di Android dan iOS, untuk melacak kebiasaan mengeluarkan gas normal.

Peserta harus berusia lebih dari 14 tahun dan tidak mengalami perubahan pola makan besar baru-baru ini. Setelah mendaftar, mereka diminta untuk mencatat setiap kejadian mengeluarkan gas selama setidaknya tiga hari.

Hampir 80% peserta berada dalam kisaran buang gas dua hingga tujuh kali sehari. Kelompok termuda, usia 14 hingga 25 tahun, melaporkan mengeluarkan gas lebih jarang daripada semua kelompok usia lainnya, sementara pria rata-rata 5,2 kali per hari dibandingkan dengan 4,8 kali untuk wanita.

Jumlah rekaman tetap rendah pada siang hari dan mulai meningkat setelah pukul 6 sore, ketika orang cenderung mulai mengonsumsi makanan berkalori tinggi.

Para peneliti menyoroti bahwa studi ini mungkin merupakan salah satu studi pertama yang menggambarkan kebiasaan kentut secara real-time pada populasi umum yang besar.

Menentukan apa yang normal untuk kentut tidak hanya dapat memberikan titik awal yang bermanfaat untuk diskusi tentang gejala di kedua ujung spektrum, tetapi juga membantu memantau kesehatan usus dan mengubah sikap sosial terhadap kentut, demikian laporan Science x Network. (BS)