Berandasehat.id – Tak perlu ke luar negeri untuk cangkok ginjal secara presisi dan efektif. Siloam Hospitals Asri berkolaborasi dengan Asan Medical Center dari Korea Selatan sukses menjalankan tindakan cangkok ginjal robotik perdana di Indonesia.

Prosedur itu berhasil dilaksanakan 5 Juni silam di Siloam Hospitals Asri, menandai tonggak penting dalam inovasi layanan transplantasi organ di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi bedah robotik untuk meningkatkan presisi tindakan dan hasil klinis pasien.

Pasien penerima cangkok ginjal pria berusia 57 tahun yang didiagnosis mengidap penyakit ginjal stadium akhir akibat hipertensi. Pasien diketahui memiliki gangguan ginjal sejak Juli 2025, sebelumnya menjalani hemodialisis rutin dua kali per minggu.

Prosedur ini dilakukan oleh tim urologi Siloam Hospitals Asri yang dipimpin oleh Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), dr. G. Reinaldi, Sp.U(K), PhD, dr. Kindy Aulia, bersama Prof. dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU (K), FICRS, PhD, dan dr. Arry Rodjani, Sp.U (K), dengan supervisi serta pendampingan langsung dari ahli transplantasi dan bedah robotik Asan Medical Center.

Kolaborasi ini menggabungkan keahlian klinis, transfer pengetahuan, serta penerapan standar praktik internasional dalam bidang transplantasi ginjal.

“Keberhasilan pelaksanaan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia ini menjadi tonggak penting bagi tim bedah kami, sekaligus bagi inovasi layanan kesehatan di Indonesia,” tutur Prof. Nur Rasyid, pemimpin tindakan operasi bedah robotik.

“Pencapaian ini mencerminkan kuatnya kolaborasi multidisiplin serta komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih aman dan presisi bagi pasien.”

Atas nama tim, dia menyampaikan apresiasi terhadap Asan Medical Center atas supervisi, pendampingan, serta berbagi keahlian tingkat lanjut yang sangat berharga, sehingga prosedur ini dapat terlaksana dengan baik.

Tim urologi Siloam Hospitals Asri berhasil melakukan cangkok ginjal pasien pria berusia 57 tahun dengan  teknologi bedah robotik perdana di Indonesia (dok. ist)

Tindakan cangkok ginjal robotik merupakan bagian dari komitmen Siloam Hospitals Asri, yang bekerja sama dengan Asan Medical Center dalam menghadirkan inovasi teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas layanan transplantasi ginjal di Indonesia.

Prof. Nur Rasyid mengungkap, dibandingkan dengan operasi konvensional, teknologi robotik memberikan sejumlah manfaat, antara lain presisi bedah yang lebih tinggi melalui visualisasi tiga dimensi, instrumen yang lebih fleksibel, sayatan yang lebih kecil sehingga mengurangi trauma jaringan, risiko perdarahan yang lebih rendah selama operasi.

Teknik itu juga mengurangi nyeri pasca operasi  serta potensi hasil klinis dan pengalaman pasien yang lebih baik, khususnya pada pasien obesitas BMI > 30 dan pasien diabetes melitus (DM).

Operasi bedah robotik memungkinkan dokter urologi sebagai operator melakukan gerakan dengan tingkat akurasi tinggi melalui konsol kendali khusus.

Selama prosedur berlangsung, tim Siloam Hospitals Asri bekerja sama secara langsung dengan tim Asan Medical Center yang memberikan supervisi dan pendampingan untuk memastikan seluruh tahapan transplantasi berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas internasional.

Kondisi pasien pascaoperasi baik

Pasien yang menjalani transplantasi ginjal robotik menunjukkan kondisi pascaoperasi yang baik. Setelah prosedur selesai, pasien berada dalam kondisi stabil dan berada di bawah pemantauan intensif tim medis multidisiplin.

Evaluasi klinis pascaoperasi menunjukkan adanya peningkatan fungsi ginjal, yang ditandai dengan parameter klinis yang sesuai harapan. Selain itu, produksi urin pasien mencapai target yang telah ditetapkan oleh tim medis, yang menjadi salah satu indikator awal keberhasilan fungsi ginjal pascatransplantasi.

Hasil ini mencerminkan keberhasilan prosedur transplantasi serta efektivitas penerapan teknologi bedah robotik untun tindakan cangkok ginjal yang aman, presisi, dan berorientasi pada hasil klinis terbaik bagi pasien.

“Bagi Siloam, kolaborasi ini bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kami dapat menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan dapat diakses oleh masyarakat Indonesia,” imbuh Prof. Nur Rasyid.

“Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan layanan transplantasi ginjal dengan bantuan robot secara lebih luas di Indonesia.”

Sebagai salah satu pusat rujukan uro-nefrologi di Indonesia dan Asia Tenggara, Siloam Hospitals Asri akan terus berupaya menghadirkan layanan berstandar internasional dengan hasil klinis yang optimal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perawatan yang inovatif, aman, dan berkualitas tanpa perlu ke luar negeri. (BS)