Berandasehat.id – Jangan hobi menahan kencing dengan berbagai alasan, misalnya karena sibuk atau sekadar malas ke kamar kecil karena jaraknya jauh. Pasalnya, kebiasaan menahan buang air kecil bisa memicu masalah kesehatan yang tidak bisa dibilang sepele.

Data menunjukkan bahwa 1 dari 8 perempuan mengalami gangguan kemih, mulai dari inkontinensia urin (anyang-anyangan atau tidak dapat menahan kencing), overactive bladder, prolaps organ panggul, hingga gangguan fungsi dasar panggul lainnya.

Banyak pasien masih menganggap kondisi tersebut sebagai bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan, sehingga terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Menurut Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U (K), Ph.D, gangguan kandung kemih dan dasar panggul merupakan masalah kesehatan yang jauh lebih umum dibandingkan yang disadari masyarakat.

Sayangnya, rasa malu, serta anggapan bahwa keluhan berkemih merupakan bagian normal dari proses penuaan atau pasca persalinan sering kali menyebabkan pasien terlambat mencari pertolongan medis.

Meskipun gejala gangguan kandung kemih tidak selalu sama pada setiap pasien, namun ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai, antara lain, terlalu sering berkemih terutama di malam hari, sulit menahan kencing, rasa ingin berkemih yang datangnya tiba-tiba, hingga anyang-anyangan atau sensasi tidak tuntas saat berkemih.

Pada sejumlah orang bisa terjadi kebocoran urin saat batuk, tertawa atau olahraga, lazim disebut inkontinensia urin.

“Banyak pasien menganggap keluhan berkemih yang dialaminya sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, sebagian besar kondisi tersebut dapat didiagnosis secara akurat dan ditangani dengan baik apabila pasien datang lebih awal untuk mendapatkan evaluasi yang tepat,” ujar Prof. Harrina dalam diskusi media yang dihelat Siloam Hospitals Asri menandai peluncuran Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic di Jakarta, Senin (29/6).

Kesempatan sama, dr. Fina Widia, Sp.U (K), spesialis urologi konsultan Female Functional Urology dan Neurourology mengungkap kini telah tersedia teknologi diagnostik canggih yang membantu dokter mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih bawah secara lebih detail dan real-time.

“Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi penyebab berbagai gangguan berkemih secara lebih akurat sehingga dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien,” tuturnya.

Selain itu, dengan dukungan teknologi robotik, dokter dapat melakukan prosedur bedah dengan tingkat presisi yang tinggi, visualisasi yang lebih jelas, serta pendekatan yang lebih minimal invasif sehingga mendukung proses pemulihan yang lebih cepat dan nyaman bagi pasien.

Untuk menjawab kebutuhan akan layanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, Siloam Hospitals Asri secara resmi meluncurkan Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic, sebuah pusat layanan terpadu yang didedikasikan untuk diagnosis, penanganan, dan rehabilitasi berbagai gangguan kandung kemih serta dasar panggul pada perempuan dan laki-laki.

Salah satu fasilitas unggulan yang tersedia adalah Video Urodynamic Studies (VUDS), teknologi diagnostik canggih yang memungkinkan dokter mengevaluasi fungsi kandung kemih dan saluran kemih bawah secara lebih detail.

Diskusi kesehatan gangguan kandung kemih dan dasar panggul dihelat Siloam Hospitals Asri Jakarta (29/6)

Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi penyebab berbagai gangguan berkemih secara lebih akurat sehingga dokter dapat menentukan terapi yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Selain layanan diagnostik, klinik ini juga menyediakan Pelvic Floor Physiotherapy untuk mendukung rehabilitasi pasien dengan berbagai gangguan dasar panggul, mulai dari inkontinensia urin dan overactive bladder hingga pemulihan pasca persalinan maupun pasca operasi.

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita menegaskan komitmen Siloam untuk terus menghadirkan layanan subspesialistik yang berbasis kebutuhan pasien dan didukung teknologi terkini.

“Peluncuran Siloam Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang semakin komprehensif, terintegrasi, dan berpusat pada pasien,” tandasnya. (BS)